Asesor BAN-PT akan Kunjungi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Asesor BAN-PT Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed. (Dosen UPI Bandung) dan Dr. Atiq Susilo, M.A. (Dosen & Kepala Pusat Bahasa UIN Jakarta) akan melakukan visitasi dalam rangka Akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNP pada 24-26 Mei 2016 mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua Prodi Pendididikan Bahasa Inggris FBS UNP, Dr. Refnaldi, M.Litt.

Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed.
Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed.
Dr. Atiq Susilo, M.A.

Lebih lanjut, Dr. Refnaldi mengharapkan agar segenap sivitas akademika dapat berpartisipasi aktif dalam visitasi akreditasi ini, baik dosen, mahasiswa, alumni, dan stakeholder sebagai pengguna lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNP.

Ketua Jurusan berharapa partisipasi alumnim mahasiswa, dosen, pegawai, dan stakeholder dapat diberikan dengan ikut serta mengisi angket evaluasi Visi & Misi Prodi, Tracer Study Alumni, Evaluasi Kinerja Alumni, atau mengisi Testimoni yang dapat dilakukan melalui situs Jurusan ini. Proses evaluasi ini dilakukan oleh Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) Prodi Pend. B. Inggris. Akreditasi sangat penting bagi mahasiswa dan alumni dalam mencari pekerjaan nantinya.

Prodi P.B. Inggris merupakan salah satu prodi tertua yang telah berdiri sejak UNP masih berupa Pendidikan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Batusangkar. Prodi ini telah menghasilkan lulusan yang telah tersebar baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa lulusan bahkan menjadi dosen di universitas di Australia, Jerman, juga di Indonesia tentunya.

Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt.
Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt.

Sebelumnya, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNP memperoleh nilai B, oleh karena itu semua sivitas akademika berharap agar nilai prodi ini bisa lebih baik. “Kami berharap ketika wisuda nanti lulus dari Prodi yang berakreditasi A” ujar Indah Afriani salah seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNP yang sering menjadi MC Wisuda di FBS maupun tingkat universitas disela-sela persiapan akreditasi. (HA 2263)

 

 

 

Rektor UNP : Kuasai Bahasa Inggris Sejak Dini

Senin,09 Mei 2016 – 04:57:56 WIB

Rektor UNP : Kuasai Bahasa Inggris Sejak Dini
Rektor UNP, Prof. Dr. Phil. Ya­nuar Kiram. Sumber: Haluan

PADANG, HALUAN—Keca­kapan dalam berbahasa Inggris menjadi penting dalam me­nyon­song Masyarakat Eko­nomi ASEAN (MEA) saat ini. Dengan kecakapan berko­munikasi dalam Bahasa Ing­gris diharapakan akan mem­buka peluang dari segala aspek, mulai ekonomi hingga pen­didikan. Sehingga guru, siswa, mahasiswa dan dosen dituntut untuk bisa menguasai Bahasa Inggris sejak dini.

Continue reading “Rektor UNP : Kuasai Bahasa Inggris Sejak Dini”

UNP Siap Danai Kelanjutan Studi Dosen

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di UNP

UNP Siap Danai Kelanjutan Studi Dosen

Hengki Agus Rifai Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP Raih Peringkat I Mahasiswa Berprestasi

UNP Siap Danai Kelanjutan Studi Dosen
Wakil Rektor I UNP Agus Irianto berikan piagam kepada mahasiswa UNP berprestasi di lapangan Fakultas Ilmu Olahraga UNP, Senin (2/5). (ISRA) Sumber: Haluan

PADANG, HALUAN — Universitas Negeri Padang (UNP) sediakan anggaran satu miliar rupiah bagi dosen yang ingin melanjutkan studinya di dalam negeri. Diharapkan de­ngan dana pengembangan dosen itu akan berimplikasi kepada lulusan UNP di masa yang datang.

Mari Daftar Jadi Anggota Perpustakaan Nasional RI

Bagi civitas akademika Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS Universitas Negeri Padang yang mencari jurnal-jurnal terbaru dan bereputasi mari bergabung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Caranya gampang dengan mendaftar secara online sebagai anggota Perpusnas RI untuk memperoleh nomor anggota dan password.

Setiap anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan telah memiliki nomor anggota yang sah, berhak memanfaatkan layanan koleksi digital online yang kami langgan (e-Resources).

Untuk menjadi anggota Perpusnas, silahkan lakukan pendaftaran secara online melalui http://keanggotaan.pnri.go.id, atau dengan mengunjungi gedung layanan Perpusnas di Jalan Salemba Raya 28 Jakarta Pusat / Jalan Merdeka Selatan 11 Jakarta Pusat.

Petunjuk / panduan penggunaan e-resources klik disini , dan jika ada pertanyaan / saran / keluhan terkait layanan koleksi e-Resources ini silahkan disampaikan melalui alamat email layanan_eresources@pnri.go.id dengan menyebutkan Nama dan nomor anggota, atau menghubungi Call Center Jasa Layanan Perpusnas di nomor 0800-1-737787

Ana Sakinah Wakili Indonesia ke India

Ana Sakinah, Delegasi PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) tak ada yang mencolok dari dirinya. Dengan postur tubuh sedang, dia terlihat seperti mahasiswa kebanyakan. Apalagi, gaya hijabnya yang tak terlalu “rumit”, tapi tetap terlihat anggun. Apalagi ketika berdiskusi, banyak hal yang dikuasainya. Terutama di bidang pendidikan. Dia berpikir, pendidikan di Indonesia baik mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi mesti diubah.

Oleh EKA RIANTO, Padang

indopos.co.id – Namanya, Ana Sakinah. Padang Ekspres (group indopos.co.id), berjumpa pertama kali di Fakultas Teknik UNP, Selasa (13/10) lalu. “Bang, Ana mung kin agak telat. Tadi ada urusan yang harus dibereskan,” pesan Black- Berry Massenger (BBM) Ana ketika akan berjanji wawancara. Ya, dari jadwal yang telah disepakati, Ana akan meluangkan waktu untuk wawancara pada pukul 10.00.

Namun Ana baru datang setengah jam kemudian. Ana ternyata baru pulang dari India. Wanita kelahiran Bukitgombak, 24 Juli 1993 ini merupakan delegasi PPAN 2015 ke India. Dari Sumbar, dia sendiri yang diutus bersama 20 delegator lainnya dari daerah lain di Indonesia. Dia bersama delegator lainnya berangkat pada 5 September lalu dan baru kembali 16 September.

Untuk meraih kesempatan ini, rangkaian tes yang panjang mesti dilaluinya. Seratusan mahasiswa bersaing untuk meraih kesempatan itu. Tahapan demi tahapan dapat dilalui dengan baik. Hingga akhirnya, panitia seleksi menyatakan dirinya yang menjadi perwakilan Sumbar untuk Indonesia. Sepulang dari India, dia menyadari ternyata pola dan cara pendidikan di Indonesia masih belum maksimal. Dari pengalamannya ke Universitas Jawaharlal Nehru and Indian School of Business, didapatkan ternyata anak didik terutama mahasiswa mestinya lebih aktif.

Tidak seperti kebanyakan pendidikan di Indonesia, guru atau dosen yang lebih banyak berbicara. “Di sana, mahasiswanya aktif. Bahkan, terjadi perdebatan dalam perkuliahan antara mahasiswa. Dosen nanti yang menengahi,” kata putri dari pasangan Burhanuddin dan Syafni Hartati ini. Dia melihat di Sumbar, lebih banyak dosen atau guru yang berbicara.

Sehingga siswa atau mahasiswa monoton dibuatnya. “Saya inginnya seperti itu, siswa atau mahasiswa yang lebih aktif. Seperti konsep Kurikulum 2013. Hal ini jika diterapkan akan mengubah mutu pendidikan Indo nesia lebih baik lagi,” kata mahasiwa jurusan Bahasa Inggris UNP ini. Suasana kampus di India juga mendukung. Dia tak memungkiri, sistem pembelajaran di India masih kalah jauh dibandingkan di UNP bahkan UI sekalipun.

Fasilitas dan kesempatan menimba ilmu menjadi prioritas di kampus tersebut. Meski Ana termasuk mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi, namun dia masih mengaku masih banyak kekurangan.

Hal ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah Ana untuk menyebarkan pengalaman dan memotivasi mahasiswa lain. Ana yang juga pernah mewakili UNP dalam lomba debat berbahasa Inggris tingkat dunia di Malaysia akhir tahun lalu ini mengkritik mahasiswa yang tidak memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik. “Di sana tak ada namanya mahasiswa datang dan pulang. Di kampus tersebut banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu,” katanya. (*)

Sumber: http://www.indopos.co.id/

Continue reading “Ana Sakinah Wakili Indonesia ke India”