In Memoriam Prof. Rusdi Thaib, M.A., Ph.D.

Tepat pada hari kedua (9/5/17) International Seminar on English Language Teaching (ISELT)-2017, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS Universitas Negeri Padang kehilangan seorang guru besarnya, ketua panitia seminar internasional tersebut, Prof. Drs. Rusdi, M.A., Ph.D. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua  Jurusan, Dekan FBS UNP, Kepala Kantor Internasional UNP, dan Mantan Atase Pendidikan Republik Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia.

Saya sendiri sangat dekat dengan beliau. Berikut beberapa catatan alumni yang mengenang dan kehilangan atas kepergian beliau.

By: Afrianto

Alm. Prof. Rusdi, M.A., Ph.D.
Alm. Prof. Rusdi, M.A., Ph.D.

Saya memasuki ruang seminar internasional di Pangeran Beach Hotel pagi ini agak terlambat. Plenary session pertama sudah dimulai. Salah satu pembicara, Dr. Willy A Renandya, seorang scholar di pengajaran bahasa Inggris dari Singapura, sudah terlihat di panggung. Setelah bertegur sapa dengan beberapa panitia dan beberapa dosen saya dulu di UNP, saya masuk mencari tempat duduk.

Mata saya tertuju ke deretan bangku kosong di sebelah kanan agak ke tengah. Saya kemudian memilih duduk di sana. Persis di depan saya, duduk seorang lelaki berjas hitam. Dari belakang saya sudah tebak, itu pasti Prof Rusdi, sang ketua konferensi dan juga dosen saya. Karena acara sedang berlangsung, saya memilih belum menyapa. Tetapi, segera saya duduk di kursi baris belakang, beliau menoleh dan beliau reflek setengah berdiri menyapa saya.

Sayapun berdiri, berjalan ke arah beliau yang tersenyum hangat. Kami bersalaman setengah berpelukan.

‘Alhamdulillah, Pak Ustadz datang’, kata beliau dengan hangat. Beliau memang begitu, selalu punya cara membuat hati mahasiswanya senang.

‘Iya Pak. Maaf, agak telat. Thanks for inviting us’, jawab saya setengah berbisik, karena tak mau mengganggu presentasi yang sedang berlangsung.

Beliau masih meneruskan beberapa kalimat motivasi, mengomentari positif beberapa kegiatan saya yang beliau pantau lewat FB saya.

Tak lama, saya kembali ke bangku di baris belakang. Tempat dimana tas dan alat tulis saya ditinggal. Selama presentasi dari plenary speakers, beberapa kali beliau menoleh ke belakang, tersenyum, seperti ingin mengajak ngobrol, atau tertawa bersama ketika ada humor segar dari pembicara.

Sebelum sesi plenary pertama selesai, saya lihat beliau berdiri meninggalkan ruangan, sambil melirik kecil ke arah saya. Saya balas dengan anggukan. Beliau pasti sibuk mengurus konfrensi sebesar ini, pikir saya.

Selang satu jam, semua peserta konferensi dikejutkan berita yang bagai petir di siang bolong. Seorang dosen mengabarkan bahwa Prof. Rusdi telah meninggal dunia. Beliau ditemukan pingsan (atau bahkan sudah tiada) oleh seorang di dalam mobil di lapangan parkir kampus. Ketika dibawa ke RS Ibnu Sina, kabarnya beliau sudah tiada.

Semua peserta dan panitia ISELT V shocked. Mayoritas yang mengenal beliau terlihat menangis dan menahan duka yang mendalam. Wajah-wajah murung dan sedih terlihat di hampir setiap sudut. Konferensi berubah menjadi suasana berduka cita.

Ah, Prof! Hidup sungguh misterius. Bersyukur saya bisa menggenggam erat tanganmu pagi ini. Untuk yang terakhir kalinya. Saya awalnya tidak berniat ikut konferensi tahun ini, tetapi karena dimention khusus dulu di Fb, saya anggap itu undangan khusus darimu Prof. Saya kemudian datang, bertemu denganmu. Pertemuan terakhir. 😭

Mayoritas Mahasiswa UNP yang mengenalnya akan sepakat mengatakan bahwa beliau adalah salah satu dosen terbaik yang kami punya. Dulu di generasi saya, beliau adalah diantara dosen muda yang menjadi favorit banyak mahasiswa. Cerdas, energik, low profile, dan selalu berusaha memotivasi mahasiswa dengan caranya yang khas. Di dalam kelas, maupun di luar kelas.

Saya meneruskan kuliah masters dan PhD sampai ke luar Negeri, salah satunya adalah karena dorongan dari beliau. Motivasi beliau juga berpengaruh banyak dalam mendorong saya agar bisa berkarir di Perguruan Tinggi.

Terakhir, dengan rendah hati beliau bertanya, ‘Anto, Ayo apa yang bisa kolaborasikan? Saya follow up dengan request beliau sebagai salah satu reviewer journal Internasional yang saya kelola. Dengan cepat beliau jawab ‘yes’. He is indeed really helpful.

Mengapa orang baik sering cepat dipanggil Tuhan?


Selamat jalan guruku, guru kami. InshaAllah husnul khatimah. Ya, Allah. Peluklah guru Kami!

Duka sedalam cinta dari kami. Penulis Afrianto Daud (English FBS UNP/IKIP PADANG 95) saat ini Dosen Universitas Riau

###

By Sisyri Rusdi (English 98)

Jadi ingat masa masa kuliah dengan almarhum.. Terutama sewaktu beliau pertama mengajar Writing masuk lokal B dekat GOR PPSP. Di buku panduan nama dosen tertulis AT (Atur Kemudian, Red).  Ketika beliau datang, kita semua mengira almarhum mahasiswa juga.. memakai topi, sangat low profile.. masuk lokal langsung perbaiki tali sepatu dengan membawa tas sebelah kiri dan beberapa buku sebelah kanan.. beliau pertama yang mengulurkan tangan menyalami Havid.. (Havid Ardi selalu duduk paling depan) kemudian almarhumah Suci dan semua mahasiswa yang hadir saat itu..

Akhirnya beliau memperkenalkan diri bahwa beliau lah dosen kita yang akan mengajar writing 2 (kalau tidak salah semester 2).. Kemudian beliau bercerita pengalaman kuliah di Australia dan terakhir cerita bagaimana cara beliau membeli tas di Australia yg beliau bawa hari itu. Kita semua jadi melongo.. Tersenyum dan tertawa mendengarkannya..

Setelah itu banyak lagi rangkaian kenangan yg tidak terlupakan dengan almarhum. Semasa kuliah dengan beliau yang santai.. Tidak membosankan dan tidak kaku dengan mahasiswanya.

Dan ketika beliau ambil absen ketika mau absen nama saya beliau berhenti sejenak karena nama ayah saya (diakhir nama saya, Sisyri Rusdi, Red) sama dg nama beliau.. lalu beliau buat lelucon lagi..

Semoga almarhum husnul khatimah.. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…

#memori awal pertemuan Bapak Rusdi dg kls B English ’98# (Sisyri Rusdi saat ini Guru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat).

Photo courtesy: Dra. An Fauzia Syafei, M.A.

Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP Tingkatkan Kualitas Staf Pengajar

Sebagai salah satu Jurusan tertua di Universitas Negeri Padang yang berdiri sejak tahun 1954, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS Universitas Negeri Padang terus tingkatkan kualitas staf sebagai sumber daya utama dalam meningkatkan lulusan nantinya. Hal ini terungkap dari paparan Dr. Refnaldi, M.Litt. disela-sela kesibukannya di Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP. Continue reading “Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP Tingkatkan Kualitas Staf Pengajar”