CALL FOR PAPER

CALL For PAPER

The English Department of Universitas Negeri Padang is proud to present  “The Fourth International Seminar on English Language and Teaching (ISELT-4)” in 11-12 May, 2016

The International Seminar on English Language & Teaching (ISELT) is an annual seminar organized by English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia.

Given the magnitude and the generally perceived success of SELT in 2013 and ISELT 2014 and 2015, we hope ISELT-4 2016  will bring comparable success and more impact on our understanding of the English Language and its teaching and our professional development as English Language researchers and ELT practitioners which in turn will bring most benefits to our students.

Continue reading CALL FOR PAPER

Angket Penilaian Kinerja Alumni

Padang, 10 Dsember 2015
Kepada Yang Terhormat
Pengguna Lulusan (stakeholder) / Calon Pengguna Lulusan
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Di Tempat

Sebagai dasar menjadi Program Studi yang baik dalam pendidikan perguruan tinggi, maka Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, senantiasa berupaya meningkatkan mutu lulusan agar memiliki kompetensi yang handal dan professional di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Sebagai nilai tambah, sekarang ini Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNP memberikan tiga pilihan keahlian kepada mahasiswa yaitu English for Young Learners, Translation dan Interpreter. Continue reading Angket Penilaian Kinerja Alumni

Ana Sakinah Wakili Indonesia ke India

Ana Sakinah, Delegasi PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) tak ada yang mencolok dari dirinya. Dengan postur tubuh sedang, dia terlihat seperti mahasiswa kebanyakan. Apalagi, gaya hijabnya yang tak terlalu “rumit”, tapi tetap terlihat anggun. Apalagi ketika berdiskusi, banyak hal yang dikuasainya. Terutama di bidang pendidikan. Dia berpikir, pendidikan di Indonesia baik mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi mesti diubah.

Oleh EKA RIANTO, Padang

indopos.co.id – Namanya, Ana Sakinah. Padang Ekspres (group indopos.co.id), berjumpa pertama kali di Fakultas Teknik UNP, Selasa (13/10) lalu. “Bang, Ana mung kin agak telat. Tadi ada urusan yang harus dibereskan,” pesan Black- Berry Massenger (BBM) Ana ketika akan berjanji wawancara. Ya, dari jadwal yang telah disepakati, Ana akan meluangkan waktu untuk wawancara pada pukul 10.00.

Namun Ana baru datang setengah jam kemudian. Ana ternyata baru pulang dari India. Wanita kelahiran Bukitgombak, 24 Juli 1993 ini merupakan delegasi PPAN 2015 ke India. Dari Sumbar, dia sendiri yang diutus bersama 20 delegator lainnya dari daerah lain di Indonesia. Dia bersama delegator lainnya berangkat pada 5 September lalu dan baru kembali 16 September.

Untuk meraih kesempatan ini, rangkaian tes yang panjang mesti dilaluinya. Seratusan mahasiswa bersaing untuk meraih kesempatan itu. Tahapan demi tahapan dapat dilalui dengan baik. Hingga akhirnya, panitia seleksi menyatakan dirinya yang menjadi perwakilan Sumbar untuk Indonesia. Sepulang dari India, dia menyadari ternyata pola dan cara pendidikan di Indonesia masih belum maksimal. Dari pengalamannya ke Universitas Jawaharlal Nehru and Indian School of Business, didapatkan ternyata anak didik terutama mahasiswa mestinya lebih aktif.

Tidak seperti kebanyakan pendidikan di Indonesia, guru atau dosen yang lebih banyak berbicara. “Di sana, mahasiswanya aktif. Bahkan, terjadi perdebatan dalam perkuliahan antara mahasiswa. Dosen nanti yang menengahi,” kata putri dari pasangan Burhanuddin dan Syafni Hartati ini. Dia melihat di Sumbar, lebih banyak dosen atau guru yang berbicara.

Sehingga siswa atau mahasiswa monoton dibuatnya. “Saya inginnya seperti itu, siswa atau mahasiswa yang lebih aktif. Seperti konsep Kurikulum 2013. Hal ini jika diterapkan akan mengubah mutu pendidikan Indo nesia lebih baik lagi,” kata mahasiwa jurusan Bahasa Inggris UNP ini. Suasana kampus di India juga mendukung. Dia tak memungkiri, sistem pembelajaran di India masih kalah jauh dibandingkan di UNP bahkan UI sekalipun.

Fasilitas dan kesempatan menimba ilmu menjadi prioritas di kampus tersebut. Meski Ana termasuk mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi, namun dia masih mengaku masih banyak kekurangan.

Hal ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah Ana untuk menyebarkan pengalaman dan memotivasi mahasiswa lain. Ana yang juga pernah mewakili UNP dalam lomba debat berbahasa Inggris tingkat dunia di Malaysia akhir tahun lalu ini mengkritik mahasiswa yang tidak memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik. “Di sana tak ada namanya mahasiswa datang dan pulang. Di kampus tersebut banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu,” katanya. (*)

Sumber: http://www.indopos.co.id/

Continue reading Ana Sakinah Wakili Indonesia ke India

Aga Mahasiswa Berprestasi Tingkat UNP 2015

Lahir bulan Agustus 1992. Anak pertama dari keluarga Effendi. Bulan inilah yang diabadikan dalam penggalan nama awalnya, Aga Tas dari asal kata Agustus. Nama tersebut dijadikan lengkap dengan melekatkan gabungan nama kedua orang tua. Aga Tasrifan, itulah nama anak dari pasangan Effendi dan Arnis. Hingga pada saat ini, Aga Tasrian memiliki dua orang adik perempuan, Della Efni dan Suci Ramadhani.

Continue reading Aga Mahasiswa Berprestasi Tingkat UNP 2015

Widya Febrina Wakili Sumbar dalam PPAN 2014

Widya Febrina mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP akan mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Negara Indonesia-Korea yang diadakan Kemenpora pada tanggal 25 Oktober – 22 November 2014. Widya merupakan satu-satunya waki Provinsi Sumatera Barat yang akan berangkat bersama 33 peserta dari masing-masing provinsi di seluruh Indonesia.

Program pertukaran pemuda ini akan berlangsung selama satu bulan, terdiri atas program pre-departure training di Jakarta, fase Korea dan fase Indonesia. Kegiatan yang akan diikuti di fase Korea dan Indonesia anatara lain mengikuti berbagai kunjungan ke instansi pemerintahan negara, Kementerian, Kedubes, Universitas, sekolah-sekolah, penampilan budaya di berbagai tempat dan kegiatan homestay bersama orang tua angkat.

Angelika Kubanek, Technical Braunsweigh University Beri Kuliah Umum

kuliahJurusan  Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (FBS UNP) menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Angelika Kubanek dan Technical University Braunsweig (TUB), Jerman pada hari Kamis, 23 Januari 2014 di Ruang Teater Tertutup FBS UNP .

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan kerjasama yang dilaksanakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNP dengan  Technical University Braunsweig (TUB), Jerman.  Dr. Kurnia Ningsih, M.A. dalam sambutannya mengharapkan kerjasama ini terus berlanjut dan kuliah ini memberi manfaat bagi mahasiswa dan dosen.

Angelika Kubanek menyampaikan materi terkait hasil penelitian kebahasaan yang memberi wawasan bagi dosen dan mahasiswa. Kemudian juga disampaikan peluang beasiswa di Jerman oleh salah seorang putri dari Mimi Schluter yang merupakan alumni Jurusan Bahasa Inggris UNP yang saat ini menjadi dosen di Jerman.

Etika Berkomunikasi dengan Dosen

cropped-unp.jpgUntuk etika berkomunikasi lewat telpon atau SMS, WA, FB dll. masing-masing dosen memiliki kebijakan sendiri-sendiri. Ada dosen yang mau dan nyaman dihubungi lewat telp rumah, HP namun juga ada yang hanya di kampus saja. Untuk itu cari tahu dulu gaya masing-masing dosen sebelum mengirim pesan atau menelpon.

Kemudian, sebagai mahasiswa kita tentu perlu memahami tentang etika berkomunikasi yang baik ketika tatap muka secara langsung dalam penyelenggaraan perkuliahan atau menemui dosen di jurusan.

Dalam komunikasi langsung lihat dulu situasi apakah dosen sedang makan, sedang bicara dengan rekannya, jangan langsung tiba-tiba muncul dan bertanya. Beri salam dan permisi, beri tahu anda ingin bicara dengan siapa jika lebih dari satu dosen yang sedang bersama.

Dalam komunikasi tidak langsung atau menggunakan media, permasalahan yang sering terjadi adalah mahasiswa yang tidak bisa menyusun kata-kata dengan baik pada saat berkomunikasi menggunakan media, baik saat menelepon, mengirim SMS, WA, message, maupun mengirim Email.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Beri salam di awal pembicaraan/tulisan anda, jangan langung pada maksud (terkadang terlalu to-the-point terkesan seperti melabrak atau menarget).
  2. Selalu sebutkan nama lengkap, program studi, dan institusi serta kepentingan anda (ingat bahwa memori handphone dosen tidak akan mampu menampung semua nama anda. Jangan terlalu yakin bahwa nomor anda disimpan oleh semua dosen sehingga seringkali hanya ada nomer tidak dikenal dan pesan singkat anda saja tanpa identitas).
  3. Sampaikan pesan yang diinginkan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menyingkat tidak dilarang, tetapi disarankan tidak melakukannya (menyingkat pesan menimbulkan kesan informal, dan karena kita tidak tahu kesibukan atau bagaimana mood dosen yang bersangkutan, penggunaan bahasa formal akan mengurangi kemungkinan dosen emosi karena sms anda sehingga tidak membalas pesan sama sekali. Jadi jangan tiba-tiba mengirim sms “bapak dimana?”.
  4. Jangan mengakhiri pesan dengan kata-kata yang bermakna perintah seperti “balas” atau “bls.” Hal itu merupakan tindakan yang tidak sopan.

Contoh: Assalamualaikum wr wb. Saya Citra mahasiswa IC kelas K1-2015. Boleh saya menemui Bapak untuk berkonsultasi pukul …. Wassalam.

Strive for Excellence!