Category Archives: Wisuda Periode 107 September 2016

Using Gap Information Activity in Teaching English at Hotel and Tourism Vocational High School

Penulis          : Suci Ayu Andari / 1200973 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

In this paper the writer discusses some of the activities of information sharing (gap information) in learning English at hotel and tourism vocational high school. This paper describes the activity of sharing information in study speaking in the class. This activity is best used as a technique to learn speaking so that, when students learn speaking they feel comfortable, easy to understand and not boring. So that this information sharing activity (gap information) can help students to improve their speaking skills.

Key words: Activities to share information, techniques to learn speaking, improve speaking ability


Dalam makalah ini penulis membahas beberapa aktivitas berbagi informasi (gap information) dalam belajar Bahasa Inggris di sekolah perhotelan tingkat menengah kejuruan. Makalah ini menjelaskan tentang aktivitas berbagi informasi dalam belajar speaking di kelas. Aktivitas ini bagus digunakan sebagai suatu teknik belajar speaking agar saat belajar speaking siswa merasa nyaman, mudah dipahami dan tidak membosankan. Sehingga aktivitas berbagi informasi ini nantinya, dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

Kata Kunci: Aktivitas berbagi informasi, teknik belajar berbicara, meningkatkan kemampuan berbicara

Teaching Speaking by Using Australia – Asia Debate Strategy at Senior High School

Penulis          : Solihati / 1200969 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Don Narius, M.Si.

Abstract

Speaking is a basic skill that should be mastered by students besides the other skills. However, they find difficultes to speak English. it is caused lack selself confident, lack vocabulary, they are difficult to pronounce the words, they have interest to learn English. Therefore, the writer choses Australia – Asia Debate strategy as a form of speaking practice to encourage students to be active, and confident in a discussion. So, they accustomed to express their ideas in English. In Australia – Asia Debate strategy, students are divided in two teams. They discuss the topic that is given by the teacher. The first team agrees with the topic and the second team disagrees about the topic. Each of team is given an opportunity to tell their ideas and responds the other arguments. By using this strategy, students are expected to improve their ability in speaking.

Key words: Speaking, Australia – Asia Debate strategy


Speaking adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa disamping keterampilan dasar lainnya. Namun, faktanya mereka sulit dalam berbicara. Hal ini disebabkan karena tidak percaya diri, kosata terbatas, sulit dalam pelafalan, dan kurangnya ketertarikan siswa dalam berbicara. Oleh karena itu penulis memilih Australia – Asia Debate sebagai salah satu bentuk praktek berbicara yang dapat mendorong siswa untuk aktif, percaya diri dalam sebuah diskusi, sehingga terbiasa mengungkapkan ide dalam bahasa inggris. Cara mengimplementasikan Australia – Asia Debate, siswa dibagi kedalam kelompok. Mereka diberikan sebuah topik. Kelompok pertama adalah setuju dengan topik dan kelompok kedua menentang topik. Masing–masing kelompok diberikan kesempatan menyampaikan ide dan memberikan tanggapan kepada kelompok lain. Dengan menggunakan strategi ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara.

Kata Kunci: speaking, Australia – Asia Debate strategy

Using Flashcard Of Cartoon Characters To Teach Vocabulary To Elementary School Students

Penulis          : Reisha Rahma Agus / 1205288 / 2012 / KP

Pembimbing : Dr. Zul Amri, M.Ed.

Abstract

Teaching English for young learners is one of the difficult things, if we remember there is more than a hundred thousand word of it. Moreover, something that should be remember is there might be many ways which is given by the teacher to teach vocabulary to Elementary school students in order to make them understand and comprehend each of the vocabulary given. Because of that, to encourage them to be more attractive in studying vocabulary, so that the teachers have to prepare one of an interesting, innovative and and creative. This paper will presents about one media which can get students’ attention in comprehending for those vocabularies., it is Flashcard of Cartoon Characters. Flashcard of Cartoon Characters is one of card media English learning which can help teacher to teach vocabulary for students based on the Cartoon characters in every their favorite movies.

Key Words: Vocabulary, Elementary School Students, Flashcard of Cartoon Characters


Mengajarkan kosa kata Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar merupakan hal yang cukup sulit, mengingat terdapat ratusan ribu kata di dalam Bahasa Inggris tersebut. Namun, perlu diingat bahwa ada banyak cara yang bisa diberikan guru dalam mengajarkan kosa kata kepada siswa agar mereka mampu memahami dan menguasai setiap kosa kata yang diberikan. Oleh karena itu, agar siswa lebih tertarik dalam mempelajari kosakata tersebut, maka guru perlu mempersiapkan sebuah media yang menarik, inovatif dan kreatif. Dalam makalah ini akan dibahas sebuah media yang dapat menambah minat siswa di sekolah dasar dalam menguasai kosa kata tersebut, yaitu Flashcard Tokoh-Tokoh Kartun. Flashcard Tokoh-Tokoh Kartun merupakan media yang berbentuk kartu, yang mengajarkan tentang kosa kata Bahasa Inggris yang berisikan tokoh-tokoh film kartun yang mereka senangi.

Kata Kunci: Kosa kata, Siswa sekolah dasar, Flashcard Tokoh-Tokoh Kartun

Using Verbal Linguistics Intelligence Activity – Story Telling to Teach Narrative Text for Improving Speaking Ability of Grade 8 Junior High School Students

Penulis          : Rahmi Rahayu / 12261 / 2009 / KP

Pembimbing : Dr. Zul Amri, M.Ed.

Abstract

Makalah ini memaparkan tentang bagaimana cara meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menggunankan aktifitas kemampuan verbal linguistik. Di awal proses pembelajaran, guru memaparkan informasi terkait dengan topik yang akan dipelajari. Informasi ini dapat mengingatkan kembali pengetahuan siswa tentang topik yang akan didiskusikan, serta dapat digunakan juga untuk mengetahui pemahaman siswa tentang topik tersebut. Kemampuan verbal linguistik dibutuhkan untuk memahami dengan baik informasi terkait topik yang dipelajari. Kemampuan verbal linguistik adalah kemampuan untuk memikirkan kata-kata dan menggunakannya untuk menyampaikan ide kepada orang lain. Siswa menggunakan kemampuan verbal linguistik ketika berbicara dengan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran kemampuan ini sangatlah penting untuk mengetahui pemahaman siswa serta bagaimana meningkatkannya. Berdasarkan penjabaran tersebut, dengan meningkatnya kemampuan verbal linguistik siswa, siswa akan lebih mudah memahami topik yang akan dipelajari dan ini akan meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Karena semakin siswa memahami topik yang dipelajari maka siswa akan dengan mudah menyampaikan ide mereka tentang topik yang dipelajari.

Kata Kunci: Verbal Linguistic Intelligence Activities, Speaking

Improving Students Narrative Reading Comprehension Through Guided Reading for Junior High School

Penulis        : Rahadian Suryanta / 1205284 / 2012 / KP

Pembimbing: Fitrawati, S.S., M.A.

Abstract

This paper explains about the implementation of “Guided Reading” strategy in teaching reading especially in teaching narrative text. In this strategy, the teacher chooses the text which is appropriate with the students’ ability and the teacher uses a picture to develop their background knowledge. Guided Reading strategy is begun by dividing the students into some groups that consist of 3-4 members. After that, the teacher distributes the text to each member of the group and prepares students to read the text by developing their background knowledge, knowing the vocabulary from the text, and knowing the purpose of reading the text. After knowing the purpose of reading the text, students read the text silently in order to increase the students’ concentration. After reading the text, the teacher provides worksheets that contain assignments to connect the story (narrative text) with the students’ experience and discuss it in group. Then, the student asks to rewrite the story which is helped by answering some questions that have been provided by the teacher. The last, the teacher gives tests to the students to find out their understanding and comprehending about the text. By using this strategy, the students are hoped having better English reading skill especially in reading narrative text.

Keywords: Teaching Reading, Narrative text, Guided Reading Strategy


Makalah ini menjelaskan tentang penerapan strategi “Guided Reading” dalam pembelajaran membaca khususnya pada teks naratif. Dalam strategi ini, guru memilih teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswanya dan menggunakan gambar sebagai alat bantu untuk mengembangkan pengetahuan dasar siswanya. Strategi ini dimulai dengan membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 anggota. Setelah itu guru membagikan teks kepada siswa dan mempersiapkan siswa untuk membaca teks dengan mengembangkan pengetahuan dasar mereka, mengenal kosa kata dalam teks, serta mengetahui tujuan membaca teks. Setelah mengetahui tujuan membaca, murid membaca teks dalam hati supaya dapat lebih berkonsentrasi. Ketika murid selesai membaca, guru memberikan LKS yang berisi penugasan untuk menginterpretasikan isi cerita (teks narasi) dengan kehidupan sehari-hari dan mendiskusikannya dalam kelompok. Selanjutnya siswa diminta menuliskan kembali isi cerita dibantu dengan cara menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan oleh guru. Langkah terakhir guru memberi tes kepada murid untuk menguji ingatan dan pemahaman mereka. Strategi ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami isi teks terutama teks naratif.

Kata Kunci: Pengajaran membaca, teks naratif, Guided Reading Strategy

Using Rosetta Stone As Learning Media To Increase Speaking Skill For Junior High School Students

Penulis          : Peby Yurdean / 96512 / 2009 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

English teaching is increasingly growing as time advances. Using new technologies are already widely used in teaching, but there are still some obstacles often encountered. Using the same method or media in learning English is still used by teachers because of the limited knowledge of other methods or media. This makes learning look stiff and unattractive, students became bored in the learning process, especially in the teaching of speaking. To resolve this issue, teachers need to require alternative solutions to overcome those difficulties. One of them is uses technology-based teaching that called CAI. This paper describes about the use of Rosetta Stone, one tool of CAI. Rosetta Stone is an interactive software for teaching foreign languages to beginners. This software can be used as a medium by teachers in teaching English to Junior High School students in enhancing the ability of Speaking. This program does not use the idea or concept to use a translation to remember a new language. Instead it combine words, sounds and images from real life to provide information about the new language without translation.

Keywords: teaching Speaking, Junior High School students, CAI, Rosetta Stone


Pengajaran bahasa Inggris saat ini semakin hari semakin berkembang seiring kemajuan zaman. Menggunakan teknologi-teknologi baru sudah banyak dipakai dalam pengajaran, namun masih ada beberapa kendala yang sering ditemui. Menggunakan metode atau media yang sama dalam pembelajaran bahasa Inggris masih digunakan oleh para guru karena terbatasnya pengetahuan akan metode atau media yang lain. Hal ini membuat pembelajaran terlihat kaku dan tak menarik, murid pun menjadi bosan dalam proses belajar mengajar yang khususnya dalam pengajaran berbicara. Untuk mengatasi masalah ini guru membutuhkan solusi alternatif agar kesulitan itu bisa teratasi. Salah satunya menggunakan pengajaran berbasis teknologi yaitu CAI. Makalah ini memaparkan tentang penggunaan salah satu alat dari CAI yaitu Rosetta Stone. Rosetta Stone yang merupakan software interaktif untuk pengajaran bahasa asing kepada pemula. Software ini dapat digunakan sebagai media oleh guru dalam mengajarkan bahasa Inggris untuk siswa SMP dalam meningkatkan kemampuan Speaking. Program ini tidak menggunakan ide atau konsep memakai terjemahan untuk mengingat bahasa yang baru. Akan tetapi menggabungkan kata-kata, suarasuara dan gambar-gambar dari kehidupan nyata untuk memberi informasi tentang bahasa baru tersebut tanpa menerjemahkannya.

Kata Kunci: pengajaran Speaking, siswa SMP, CAI, Rosetta Stone