Mahasiswa antusias mengikuti kuliah umum bertema Public Relations dan Brand Management yang menghadirkan Rayyan Ghosan, Owner Salejourn sekaligus pendiri Klab Noodle yang berlokasi di lantai 3 Salejourn Cafe. Dalam sesi ini, Rayyan membagikan perjalanan membangun bisnis dari nol hingga mampu mengembangkan brand yang dikenal luas di kalangan anak muda.
Membangun Bisnis dari Nol
Dalam pemaparannya, Rayyan menceritakan bagaimana ia merintis Salejourn secara mandiri. Ia menekankan bahwa membangun bisnis bukan hanya soal modal, tetapi tentang visi yang jelas, konsistensi, dan keberanian mengambil risiko.
“Di awal, kita harus siap jatuh bangun. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap kesalahan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami target pasar sejak awal serta membangun konsep brand yang kuat dan berbeda dari kompetitor.
Menghadapi Komplain dan Krisis Brand
Salah satu topik utama yang dibahas adalah bagaimana menangani komplain pelanggan. Menurut Rayyan, komplain bukan ancaman, melainkan peluang untuk memperbaiki kualitas layanan.
Beberapa strategi yang ia bagikan:
- Respons cepat dan empati terhadap pelanggan
- Tidak defensif, tetapi fokus pada solusi
- Evaluasi internal setelah menerima kritik
- Menjadikan masukan pelanggan sebagai bahan pengembangan brand
Ia menjelaskan bahwa dalam dunia Public Relations, komunikasi menjadi kunci utama. Cara brand merespons masalah akan sangat memengaruhi citra di mata publik.
Pentingnya Public Relations dalam Bisnis
Rayyan juga menyoroti bahwa PR bukan hanya tugas tim tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bisnis. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan, partner, hingga karyawan adalah bagian dari strategi membangun reputasi jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi publik. Oleh karena itu, konsistensi pesan, visual branding, serta interaksi aktif dengan audiens menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Sesi Sharing dan Insight Inspiratif
Kuliah umum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa, mulai dari strategi branding, manajemen tim, hingga cara menjaga motivasi sebagai entrepreneur muda. Rayyan berpesan agar mahasiswa tidak takut memulai usaha sejak dini dan berani mencoba berbagai peluang.
Kegiatan ini memberikan wawasan nyata tentang bagaimana teori Public Relations diterapkan langsung dalam dunia bisnis. Diharapkan, mahasiswa mampu memahami bahwa membangun brand tidak hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membangun hubungan dan kepercayaan yang berkelanjutan dengan publik.
