The Use of Reward and Punishment to Increase Young Learners’ Motivation in Learning English as Foreign Languange Adapted to Indonesian Context

Penulis          : Irawati / 1200976 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

This paper explains about the use of reward and punishment to increase young learners’ motivation in learning English as foreign language in Indonesia. The writer discusses about procedure and advantages of reward and punishment. Reward is an appreciation given by the teacher to the students who can follow the lesson well and finishing the assignment. Meanwhile, punishment is a bad treatment that is given to the students who do not focus in learning process, do not care of their assignment, and have bad habit during the class. Reward and punishment can be given through verbal and non- verbal form (action). Kinds of reward are mimic, gesture, compliment or positive feedback, point or sticker, and present. Kinds of punishment are warning, memorizing vocabulary, decreasing students’ point, and moving students’ seat. Besides to motivate student, reward and punishment also make the students become more discipline and study harder than before.

Keywords: Motivation, young learner, reward and punishment.


Makalah ini membahas penggunaan reward and punishment untuk meningkatkan motivasi siswa tahap awal atau young learners dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Penulis membahas prosedur serta manfaat dari reward and punishment. Reward adalah penghargaan yang diberikan guru kepada siswa yang dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Sementara itu, punishment adalah bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa yang tidak fokus dalam belajar, tidak peduli dengan tugas, dan siswa yang memiliki kebiasaan yang kurang baik. Reward and punishment dapat diberikan dalam bentuk lisan dan juga non- lisan (tindakan). Reward yang diberikan seperti, mimic, gesture, compliment
or positive feedback, point or sticker, and present. Punishment yang diberikan seperti, warning, memorizing vocabulary, decreasing students’ point, and moving
students’ seat. Selain memotivasi siswa, reward and punishment juga bisa membuat siswa lebih disiplin dan lebih giat lagi dalam belajar.

Kata kunci: Motivasi, young learner, reward and punishment.

The Use of Problem-Based Learning Method in Teaching Reading Comprehension

Penulis          : Gibran Arjuna /1200988 / 2012 / KP

Pembimbing : Dr. Jufri, M.Pd.

Abstract

Writing this paper is motivated by the lack of effectiveness process of learning English in the field of Reading Comprehension capabilities. The main objective of this paper is to investigate the use of learning model Problem Based Learning in Reading Comprehension for increasing the ability of students learning English. Problem Based Learning (PBL) is a learning model that is based on the problem where students are asked to find solutions through investigation. Steps in PBL learning model consists of five phases, namely; (1) Phase 1 shows the efforts of teachers to orient students on the problem or the material to be studied. (2) Phase 2 teacher organizes the students to learn (3) Phase 3 includes the efforts of teachers to guide in finding explanations and troubleshooting of learning materials. (4) Phase 4 in PBL activities that develop and present work, teachers give students the opportunity to others to provide feedback or another answer. (5) Phase 5 shows the efforts of teachers to analyze and evaluate the process of solving problems or learning materials. After that, the teacher can give a reward in the form of awards to students who seem active in learning process.

Keywords : Effectiveness, Problem-Based Learning, Reading Comprehension.


Penulisan makalah ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurang efektifnya proses pembelajaran Bahasa Inggris di bidang kemampuan Reading
Comprehension. Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam peningkatan kemampuan Reading Comprehension siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris. Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang didasarkan pada permasalahan dimana siswa diminta mencari pemecahan masalah melalui penyelidikan. Langkah-langkah dalam model pembelajaran PBL terdiri dari 5 tahapan, yaitu; (1) Tahap 1 berisi upaya guru untuk mengorientasikan siswa pada masalah atau materi yang akan dipelajari. (2) Tahap 2 berisi upaya guru untuk mengorganisasikan siswa dalam belajar (3) Tahap 3 berisi upaya guru untuk membimbing menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari materi pembelajaran. (4) Tahap 4 dalam kegiatan PBL yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Guru memberi kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan masukan atau jawaban lain. (5) Tahap 5 berisi upaya guru untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah atau materi pembelajaran. Setelah itu, guru dapat memberikan penghargaan berupa reward kepada siswa yang berani maju ataupun aktif dalam pembelajaran.

Kata kunci: Efektifitas, Model Problem Based Learning, Kemampuan Reading Comprehension.

Teaching Speaking by Using Short Cartoon Movies to Senior High School Students

Penulis          : Fitrona Hadryanti /1201035 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Don Narius, M.Si.

Abstract

Speaking ability is very important in English learning to make it easier for someone to exchange information or ideas with others. However, there are still many high school students having problems in speaking. Therefore, the teachers’ teaching techniques should consider increasing students’ motivation, confidence and maximizing speaking activities in the classroom. The use of short cartoon movies is one of the teaching techniques to help teachers tackle the problems. In this technique, students will watch a short cartoon movie based on the topics to be studied. After discussing the events in the movie, the teacher will lead students to be able retelling the movie in pairs in front of the class. By using this technique, students can increase their confidence to speak, reduce boredom due to the use of interesting media and also to improve their behavior through moral values in the story.
Key words: Speaking, Short Cartoon Movies


Kemampuan berbicara sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk memudahkan seseorang untuk bertukar informasi atau ide dengan orang lain. Namun, masih banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memiliki permasalahan dalam hal berbicara. Oleh karena itu, teknik pengajaran guru sangat perlu diperhatikan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa serta memaksimalkan kegiatan berbicara dalam kelas speaking. Penggunaan film kartun pendek (short cartoon movies) merupakan salah satu teknik pengajaran untuk membantu guru mengatasi masalah tersebut. Pada teknik ini, siswa akan menonton sebuah film kartun pendek berdasarkan topik yang akan dipelajari. Setelah mendiskusikan kejadian-kejadian di dalam film, guru akan mengarahkan siswa untuk dapat menceritakan kembali film tersebut secara berpasangan di depan kelas. Melalui teknik ini, siswa dapat meningkatkan kepercayaan dirinya untuk berbicara, mengurangi kebosanan karena penggunaan media yang menarik serta meningkatkan aspek sikap mereka melalui nilai-nilai moral yang terdapat di dalam cerita.
Kata kunci: Speaking, Short Cartoon Movies.

The Use of Show, Don’t Tell Technique in Teaching Writing of Descriptive Texts for Senior High School Students

Penulis          : Fitri Ramadhani Lukman /12207 / 2009 / KP

Pembimbing : Drs. Saunir Saun, M.Pd.

Abstract

This paper is aimed to discuss about the use of The Show Don’t Tell technique which can develop students’ writing ability. In the beginning, teacher explains the elements of descriptive text. Next, the character can use The Show Don’t Tell technique as an exercise to help the students develop writing ability. In tihis aactivity, the studens will be divided into some groups which consist of, at least five students. After that, each group is asked to prepare the sheet that will be used to write after the teacher give a picture as a topic. The topic of each group will be different one and another. Next, each student in each group write a sentence which relates to the topic given. They will do this activity until the last member in each group. Before they submit the paper, the teacher asks them to check the correctness of their writing with their group. After applying this activity, it is hoped that students’ ability in writing descriptive text will increase and also can get their interest to write descriptive text easily because this activity is really fun.

Keywords: Teaching Writing, The Show Don’t Tell Technique, Descriptive Text


Makalah ini bertujuan untuk membahas penggunaan teknik the show don’t tell yang dapat mengembangkan kemampuan menulis siswa. Diawal pembelejaran guru memperkenalkan mengenai unsur-unsur dar teks descriptive. Pada kegiatan  ini siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mempersiapkan kertas yang akan digunakan untuk menulis setelah itu guru akan memberikan satu topik kepada tiap kelompok dengan menggunakan sebuah gambar. Masing/masing siswa akan menuliskan satu buah kalimat yang berkaitan dengan topic dan berkelanjutan. Sebelum hasil kegiatan menulis mereka dikumpulkan, guru harus meminta siswa-siswa untuk memeriksa kalimat  yang telah mereka tulis bersama kelompok masing-masing. Setelah melakukan kegiatan ini, diharapkan kemampuan menulis descriptive siswa dapat berkembang dan menarik minat siswa untuk menulis teks descriptive dengan mudah karena kegiatannya menyenangkan.

Kata kunci: Teaching Writing, The Show Don’t Tell Technique, Descriptive Text.


The Role of Classroom Management in Creating an Effective English Learning

Penulis          : Evajustika Gultom / 1200981 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Saunir Saun, M.Pd.

Abstract

Salah satu kemampuan yang sangat penting dalam mempelajari makalah ini, penulis membahas tentang manajemen kelas yang dilakukan oleh guru. Menajemen kelas adalah kemampuan guru dalam mengatur, membina, mengorganisir dan mengelola lingkungan belajar dan bakat yang dimiliki siswa untuk menjadi lebih baik, terarah, dan terorganisir sehingga waktu dapat digunakan dengan efisien. Dalam manajemen kelas, yang terpenting adalah peran dari pengelola kelas atau guru. Guru berperan dalam memilih strategi pembelajaran yang paling efektif dan juga mendesain kurikulum kelas. Penerapan peran guru yang efektif akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, interaktif dan aktif dan efektif. Makalah ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru kepada guru atau pendidik tentang peranan manajemen kelas yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, khususnya guru bahasa Inggris.
Kata kunci: Manajemen, Kelas, Belajar, Efektif.

The Use of “Story Starter Hot Potato” Game in Teaching Speaking for Senior High School Students

Penulis          : Elza Netri / 1200965 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

One of important skills in learning English is speaking ability. By speaking, the students can communicate what they are thinking. However, most of students have difficulties in speaking since they learn English as a foreign language. Therefore, a good and interesting way is needed to attract the students in learning speaking. Story Starter Hot Potato Game is a good and interesting activity that can be used in teaching English to improve the students’ speaking ability. In playing Story Starter Hot Potato Game, the students are grouped into circles. The teacher then play a music and read a sentence to a student. Each of the students should continue the sentence in turn. Here, the students are practicing speaking because each of the students should say a sentence to build the story based on the sentence given by the previous person. When the music stops, the student that has not finished his sentence yet will be lost so the last survivor of this game will be the winner. In playing this game, the students should be able to think critically and fastly. This way would be able to motivate the students to speak in the class, so the students’ speaking ability would be improved and be better.

Key words: Story Starter Hot Potato Game, teaching speaking, Story Starter Hot Potato Game in teaching speaking.


Salah satu kemampuan yang sangat penting dalam mempelajari bahasa Inggris yaitu kemampuan speaking (berbicara). Melalui speaking siswa akan mampu berkomunikasi untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Namun, kebanyakan siswa memiliki kesulitan dalam speaking karena bahasa Inggris merupakan bahasa asing. Untuk itu, sebuah cara yang baik dan menarik sangat dibutuhkan untuk membuat siswa bersemangat dalam mempelajari speaking. Permainan Story Starter Hot Potato merupakan sebuah kegiatan yang bagus dan menarik yang dapat digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan speaking siswa. Dalam permainan Story Starter Hot
Potato siswa diminta membentuk sebuah lingkaran, kemudian guru memutarkan musik sambil membacakan sebuah kalimat kepada para siswa, dan masingmasing siswa diharuskan untuk melanjutkan kalimat tersebut secara bergiliran. Disinilah siswa mempraktekkan speaking skill karena masing-masing siswa diminta mengucapkan sebuah kalimat untuk melanjutkan cerita berdasarkan kalimat dari teman sebelumnya. Ketika musik dimatikan, siswa yang belum selesai mengucapkan kalimatnya dinyatakan gugur sehingga siswa terakhir yang bertahanlah yang akan jadi pemenangnya. Dalam melaksanakan permainan ini siswa diharuskan untuk berpikir kritis dan sigap untuk memenangkan permainan ini. Cara ini akan dapat memotivasi mereka untuk berbicara dalam kelas, sehingga kemampuan speaking siswa akan meningkat dan menjadi lebih baik.

Kata kunci: Permainan Story Starter Hot Potato, mengajarkan speaking, Permainan Story Starter Hot Potato untuk mengajarkan speaking.

 

Teaching Speaking Through Hopscotch Game (A Game for Young Learners)

Penulis          : Dian Amelia Sekarini / 17361/ 2011 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

Makalah ini membahas tentang penerapan Hopscotch game sebagai salah satu teknik dalam pengajaran aspek berbicara bahasa Inggris yang difokuskan pada siswa Sekolah Dasar (SD).Hal ini bertujuan untuk membantu siswa agar lebih tertarik dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Makalah ini akan menjelaskan: 1)Prosedur penggunaan Hopscotch game dalam mengajar aspek berbicara. 2)Keuntungan menggunakan Hopscotch game dalam mengajar aspek berbicara. Penulis akan menjelaskan tentang materi pengajaran, media pengajaran, dan prosedur dalam mengimplementasikan Hopscotch game dalam mengajar aspek berbicara.Hasil kesimpulan menunjukkan bahwa: 1) Terdapat contoh prosedur pengajaran aspek berbicara bahasa Inggris menggunakan Hopscotch game, 2) Hopscotch game membuat siswa menikmati pembelajaran aspek berbicara dengan menyenangkan, dan hal itu dapat menjadi salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Oleh karena itu diharapkan kepada para guru untuk menerapkan berbagai macam teknik seperti Hopscotch game dalam mengajar aspek berbicara untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Para siswa diharapkan agar aktif dalam berlatih berbicara bahasa Inggris tanpa takut membuat kesalahan karena guru akan memperbaiki dan membantu mereka untuk menjadi lebih baik dalam berbicara bahasa Inggris.

Kata Kunci: Teaching Speaking, Technique, Game, Hopscotch Game.

Teaching Speaking by Using The English We Speak Activity for Senior High School Students

Penulis          : Desy Jumiarti / 1201033 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

This paper is purposed to explain about teaching speaking for senior high school students through The English We Speak Activity, as one way to persuade students’ interest in learning English. All of the four skills in English are covered by speaking. Thus, speaking is important to be learnt. However, it is found that there are many students have difficulties in speaking English. Some of the reasons are lack of material given and activity that is used in class. In using The English We Speak Activity, students will be given some very update phrases and words related to the lesson. Therefore, they will more interested in learning English especially speaking. This activity is applied in group and pair. The students can be collaborated in discussing their activity. Then, they have to make new conversation based on what they get before and perform it in front of the class in order to train them speak well.

Key Word: Teaching Speaking, Teaching Speaking to Senior High School Students, Activity, The English We Speak Activity.


Makalah ini bertujuan untuk membahas pengajaran berbicara bahasa inggris bagi siswa Sekolah Menengah Atas melalui penggunaan The English We Speak Activity, sebagai salah satu cara yang akan manrik minat siswa dalam belajar bahasa Inggris dan membantu siswa dalam menguasai kemampuan berbicara. Semua skill atau kemampuan dalam bahasa Inggris terangkum dalam berbicara atau Speaking. Hal inilah yang kemudian membuat kemampuan berbicara penting dimiliki oleh siswa. Akan tetapi, masih banyak ditemukan siswa yang tidak cakap dalam berbicara bahasa Inggris. Beberapa penyebabnya adalah karena kurangnya materi yang diberikan dan aktifitas yang digunakan dalam pengajaran berbicara. Dalam penggunaan The English We Speak Activity, siswa akan diberikan kata atau frasa terbaru terkait materi ajar. Dengan begitu, siswa akan lebih tertarik dalam belajar bahasa Inggris terutama berbicara dalam bahasa Inggris. Aktivitas ini dilaksanakan dalam bentuk kerja kelompok dan berpasangan. Siswa dapat berkolaborasi dalam mendiskusikan setiap kegiatan yang dilalui. Kemudian siswa harus membuat percakapan berdasarkan apa yang telah mereka pelajari lalu menampilkannya didepan kelas guna melatih kemampuan berbicara siswa.

Kata Kunci: Teaching Speaking, Teaching Speaking to Senior High School Students, Activity, The English We Speak Activity

The Use of Action Bingo Game in Teaching Vocabulary to Elementary School Students

Penulis           : Desri Wahyuni /1200974 / 2012 / KP

Pembimbing  : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

This paper talks about the use of Action Bingo game in helping the students of Elementary School Grade 6 in mastering vocabularies related to verbs in English. The writer will explain about the procedures and the advantages of Action Bingo Game. This game could be played individually or in pair. In this game, the teacher distributes one board that has 16 columns in each board, there will be one verb in one column. The teacher mimes every single verb in the board randomly. The students give a mark in the column that consists of verb that has been mimed by the teacher. If a student has marked four squares in a row :horizontally, vertically, or diagonally, they should call out “BINGO!.” The game is over when every column has been marked. This game could make English learning process become more interesting. Furthermore, this game could increase the students’ motivation and ease them in mastering the meanings of vocabularies related to verbs in English.

Keywords: Verbs, Action Bingo Game, Elementary School students grade 6.


Makalah ini membahas penggunaan Action Bingo Game dalam membantu siswa kelas 6 Sekolah Dasar untuk menguasai kosakata-kosakata terkait dengan kata kerja dalam bahasa inggris. Penulis akan membahas prosedur serta manfaat dari permainan Action Bingo Game. Permainan ini dapat dilakukan secara individu atau berpasang-pasangan. Dalam permainan ini, guru membagikan kertas berisi 16 kolom yang berisi kata kerja yang berbeda pada masing-masing kolomnya. Guru akan memperagakan setiap kata kerja yang ada dalam kolom secara acak. Siswa menandai kolom kata kerja yang sedang diperagakan guru. Jika satu baris penuh ke bawah, ke atas, atau horizontal telah ditandai, siswa berteriak ‘Bingo’. Permainan akan usai jika semua kotak telah diberi tanda. Permainan ini dapat menjadikan pengajaran bahasa inggris menjadi lebih menarik. Selain itu, permainan ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa dan memudahkan mereka dalam menguasai makna kosakata-kosakata kata kerja dalam bahasa inggris.

Kata kunci: Kata kerja, Action Bingo Game, siswa kelas 6 SD;

Using Lino.It Application in Teaching English

Penulis          : Bambang Triyono / 1205304 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

In teaching English there are some common problems that found by the teacher in classroom, like students have lack motivation in learning English, teacher finds difficulty to choose an interesting method, a monotonous learning. Those problem make the students think that English as a difficult subject. Studying in the classroom is not limited with the use of paper, book or pen only. Using technology-based media and internet like application can be a good solution and give positive impact in teaching English. One of application based on the use of internet is Lino.it. Lino.it is software which formed in virtual wall and it can be placed some notes, pictures and videos. Teacher can use this software to support the use of black board or teacher can focus the teaching and learning with Lino.it. The writer wrote this paper with purpose: tell how teacher use Lino.it application in teaching process. The writer also hopes this application can make the teacher to be more creative in utilization media and develop the students‟ learning quality.

Key Words: Lino.it, modern media, teaching English.


Dalam pengajaran Bahasa Inggris terdapat masalah yang sudah umum ditemui oleh guru di dalam kelas, seperti kurangnya motivasi belajar siswa, sulitnya menemukan metode yang menarik, sistem belajar yang monoton sehingga membuat siswa berfikir bahasa Inggris sebagai sebuah pelajaran yang sulit.. Belajar di dalam kelas tidak hanya dibatasi oleh kertas, buku atau pena saja. Pemanfaatan media berbasis teknologi dan internet seperti aplikasi dapat menjadi solusi dan memberi dampak positif dalam pengajaran bahasa Inggris. Dalam pembuatan media pembelajaran ini, salah satu aplikasi berbasis internet yaitu Lino.it. Lino.it merupakan sebuah software berbentuk dinding virtual yang dapat dipasang catatan-catatan, tulisan, gambar, dan video. Guru dapat memakai. Software ini sebagai pendukung papan tulis atau memfokuskan pembelajaran hanya pada Lino.it. Penulis membuat makalah ini dengan tujuan: menjelaskan bagaimana guru menggunakan aplikasi Lino.it dalam proses pengajaran. Penulis berharap penggunaan aplikasi ini guru menjadi lebih kreatif dalam pemanfaatan media dan meningkatkan kualitas belajar siswa.

Kata Kunci: Lino.it, media modern, pengajaran bahasa Inggris.