The Level of Self-Directed Learning Readiness of 2013 Academic Year’s Student at English Department of The State University of Padang

Penulis          : Yuri Hardianti / 1105996 / 2011/ KP

Pembimbing : 1. Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt

                        2. Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A

Abstract

This research discusses about students‟ level of self-directed learning readiness in learning English. The subject of the research is English students class of 2013 which selected by using simple random sampling method. The identified problem of the study is how the students SDLR level influences their learning English strategy. The objective of the study is to discover students‟ SDLR level and factors that influence their low level SDLR in learning English. There were two instruments used on the research, the questionnaire and a semi-structured interview. The result showed that the students had below average level of SDLR with an average score of 189.68. Based on the interviewed administered to the 16 students who scored below average level of SDLR, factors that influenced their low SDLR score were self-concept as an effective and independent learner, creativity and initiative in learning. In conclusion, English department students of UNP has low self-directed learning readiness level, and self-concept as an effective and independent learner, creativity and initiative in learning are its cause factors.

Key Word: self-directed learning, self-directed learning readiness scale


Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan bahasa Inggris tahun akademik 2013. Subjek penelitian dipilih dengan metode random sampling. Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa mempengaruhi cara belajar bahasa Inggris mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa mempunyai tingkat kemampuan belajar mandiri yang rendah di dalam belajar bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan interview berupa semi-structured interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa memiliki tingkat kemampuan belajar mandiri yang berada di bawah rata-rata dalam belajar bahasa Inggris dengan skor rata-rata 189.68. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 16 orang mahasiswa yang mempunyai tingkat kemampuan belajar mandiri yang berada di bawah rata-rata, faktor-faktor penyebab rendahnya tingkat kemampuan belajar mandiri terdiri atas faktor konsep diri sebagai pelajar yang efektif dan mandiri, faktor kreatifitas dan faktor inisiatif dalam belajar. Berdasarkan hal diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa mahasiswa bahasa Inggris UNP memiliki tingkat kemampuan belajar mandiri yang rendah. Sedangkan faktor konsep diri sebagai pelajar yang efektif dan mandiri, faktor kreatifitas dan faktor inisiatif dalam belajar penyebab rendahnya tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa bahasa Inggris UNP.

Kata Kunci: kemampuan belajar mandiri, skala kemampuan belajar mandiri.

An Analysis of English Department Students’ Accuracy in Translating Natural Science Text From English Into Bahasa Indonesia

Penulis          : Yuri Azirovi /1200980 / 2012 / KP

Pembimbing : 1. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

                        2. Fitrawati, S.S., M.Pd

Abstract

This was a descriptive quantitative research which aimed to identify the English Department 2013 students’ accuracy in translating natural science text from English into bahasa Indonesia and to describe their accuracy problems in translation. From 94 students, 38 among them were chosen randomly as the sample by using quota random sampling. The data in this research were the students’ translations which would be assessed by three inter raters for each text. The researcher used accuracy rating instrument proposed by Nababan in order to analyze the accuracy of students’ translations. The findings showed that there were 30 students who had less accurate translation in translating biology text; 12 students who had less accurate translation in translating physics text; and 31 students who had less accurate translation in translating chemistry text. The rests of the students were categorized into inaccurate translation. Thus, there was no student who had an accurate translation. The findings also showed that the students faced accuracy problems including lexical meaning, grammatical meaning, contextual meaning, and textual meaning. It could be concluded that the students’ accuracy in translating natural science texts were mostly in less accurate category. As a result, the students needed to have more exercises in order to have an accurate translation.
Keywords: Translation, Accuracy, Natural Science Texts


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi keakuratan terjemahan mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris tahun angkatan 2013 dalam menerjemahkan teks sains dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia serta mendeskripsikan masalah yang dihadapi mahasiswa tersebut dalam penerjemahan. Dari 94 mahasiswa, sebanyak 38 orang terpilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan quota random sampling. Data dari penelitian ini adalah hasil terjemahan mahasiswa yang akan dinilai oleh 3 orang inter-rater untuk tiap teks. Penilaian tingkat keakuratan menggunakan accuracy rating instrument yang diusulkan oleh Nababan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 30 mahasiswa dikategorikan ke dalam terjemahan yang kurang akurat dalam menerjemahkan teks biologi; 12 mahasiswa dikelompokkan ke dalam terjemahan kurang akurat dalam menerjemahkan teks fisika; dan 31 mahasiswa berada di posisi terjemahan kurang akurat dalm menerjemahkan teks kimia. Selebihnya, terjemahan mahasiswa berada pada kategori tidak akurat dan tidak ada terjemamahasiswa yang dikategorikan sebagai terjemahan yang akurat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi beberapa masalah dalam akurasi seperti makna leksikal, makna tata bahasa, makna kontekstual, dan makna tekstual. Kesimpulan yang didapatkan adalah keakuratan mahasiswa bahasa Inggris dalam menerjemahakan teks IPA pada umumnya berada pada kategori kurang akurat. Untuk itu diperlukan latihan yang lebih banyak untuk meningkatakan keakuratan terjemahan.

Kata kunci: Penerjemahan, Keakuratan, Teks IPA

The Quality of Multimedia Used By English Teachers in Teaching English at SMAN 01 Kamang Magek

Penulis          : Widya Wati Putri / 1100983 / 2011 / KP

Pembimbing : 1. Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt

                        2. Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A

Abstract

The purpose of the research is to describe the quality of multimedia (PowerPoint and video) used by English teachers at SMAN 01 Kamang Magek and also to find out the problems which faced by the English teachers in constructing multimedia in learning and teaching process. This research was an evaluating research. The subject of this research was all of the English teachers and the document files (soft copy of PowerPoint and video which was used by the teachers). The data was collected through the evaluation checklist which was used in order to know the quality of multimedia (PowerPoint and video) used by the English teachers and the interview and observation was aimed to know the the problems which faced by the English teachers in constructing PowerPoint and video in learning and teaching process. In the evaluation checklist, there were two categories in evaluating the quality of PowerPoint and video; they were the quality in its content and the presentation. Based on the finding of the research, it was found that the PowerPoint had very good quality in its content and the presentation had good quality. Besides that, the video had very good quality in its content and its presentation. In addition, it was found that the English teachers had lack ability in constructing the PowerPoint and video and also in using the technological devices of multimedia.

Key Words:  Multimedia, PowerPoint, Video


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas multimedia (PowerPoint dan video) yang digunakan oleh guru-guru bahasa Inggris di SMAN 01 Kamang Magek serta untuk menemukan permasalah yang di hadapi oleh guru bahasa Inggris dalam merancang dan menggunakan multimedia dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Subjek dari penelitian ini adalah guru-guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMAN 01 Kamang Magek serta dokumen file, yakni softcopy dari PowerPoint dan video yang dipakai oleh guru-guru tersebut. Data dari penilitian ini dikumpulkan melalui instrumen evaluation checklist yang digunakan untuk melihat kualitas dari PowerPoint dan video yang digunakan oleh guru bahasa Inggris serta instrumen observasi dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru bahasa inggris dalam merancang dan menggunkan PowerPoint dan video dalam proses pembelajaran. Dalam evaluation checklist terdapat 2 kategori untuk mengevaluasi kualitas dari PowerPoint dan video yakni kualitas dari isi yang dimuat (content) dalam PowerPoint dan video serta kualitas dari tampilannya (presentation). Dari penelitian ini ditemukan bahwa PowerPoint memiliki kualitas yang sangat bagus dalam isi yang dimuat, sedangkan tampilannya memiliki kualitas bagus. Disamping itu, video memiliki kualitas sangat bagus dalam isi yang dimuat serta tampilannya. Sementara itu, dari penilitian ini juga ditemukan bahwa guru bahasa Inggris memiliki kemampuan terbatas dalam merancang PowerPoint dan video serta menggunakan alat pendukung dari multimedia tersebut

Kata Kunci: Multimedia, PowerPoint, Video

An Analysis of The Sentence Types Used in The Theses Written By English Department’s Graduates of May 2016 Period in Universitas Negeri Padang

Penulis          : Siska Umi Sovia / 1100963 / 2011 / KP

Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. Mukhaiyar, M.Pd

                        2. Fitrawati, S.S, M.Pd

Abstract

The purpose of this research is to analyze the use sentence types and its problems in theses written by English Department’s graduates of May 2016 period in Universitas Negeri Padang. This research is a descriptive qualitative research. This research is conducted on the English Department’s graduates of May 2016 period in Universitas Negeri Padang. Out of 10 theses, there are 4 theses chosen as the samples of this research by using purposive random sampling technique. The data are obtained through secondary data.The findings of this research show that there are 4 four sentence types written by the students. Based on the 213 data analyzed, only 208 can be categorized as sentences while the other 5 data are sentence fragments. The details are 92 simple sentences, 103 complex sentences, 5 compound sentences, and 8 compound-complex sentences. Based on the data found, the most used sentence types are complex sentence followed by simple sentence.

Keywords : sentence types, thesis


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis kalimat dan masalah dalam penggunaannya dalam skripsi yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang periode wisuda Mei 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan populasi penelitian mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang periode wisuda Mei 2016. Sampel penelitian ini berjumlah 4 skripsi dari 10 skripsi yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat jenis kalimat dalam skripsi mahasiswa yaitu simple, compound, complex, dan compound-complex sentence. Data dikumpulkan dengan menggunakan data sekunder. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa dari 213 data, hanya 208 yang bisa dikategorikan sebagai kalimat dengan rincian: 92 simple sentences, 103 complex sentences, 5 compound sentences, dan 8 compound-complex sentence. 5 data yang lain adalah sentence fragments yang merupakan bentuk masalah dari penggunaan jenis kalimat. Complex sentence merupakan jenis kalimat yang paling sering digunakan dan diikuti oleh simple sentence.
Kata kunci : sentence types, skripsi

Teaching Speaking by Using Spontaneous Speaking Strategy to Improve Senior High School Student in Speaking

Penulis         : Effip Prananda / 1205283 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Don Narius, M.Si

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang penggunaan strategi Spontaneous Speaking dalam pengajaran berbicara. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan penggunaan aktivitas-aktivitas Spontaneous Speaking berupa Target Talk, Spending the Words, Say Something Else, dan Pictures talk dalam meningkatkan kemampuan speaking siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam pengajaran berbicara. Hal ini dilatar belakangi oleh masalah yang sering di hadapi oleh siswa ketika berbicara, yaitu rasa malu dan takut.Hal ini membuat mereka tidak bersemangat untuk berbicara dan keterbatasan waktu dalam pengajaran bahasa Inggris.Untuk mengatasi masalah ini seorang guru harus mencari dan menggunakan strategi yang cocok dalam mengajar berbicara. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan aktivitas dari Spontaneous Speaking Strategy.

Kata Kunci: pengajaran berbicara, , pengajaran Spontaneous Speaking Strategy di SMA, Target Talk, Spending the Words, Say Something Else, Pictures talk.

Using the Two-Tier Multiple Choice Question to Promote Senior High School Students’ Reading Comprehension

Penulis          : Wiwit Melayu / 1200971 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Don Narius, M.Si

Abstract

This paper explains about the use of the two-tier mutliple choice question to promote senior high school students’ reading comprehension. This model of assessment is modification of the traditional multiple choice question. If the traditional multiple choice question provides a question with some optional answers, distracters, the two-tier multiple choice question’ model provide an additional question. This additional question is asked about the reason why answering the previous question. This model is aimed to set up the students to be struggling readers. It is also used to measure students’ comprehension in comprehend the text. It can be seen from the reason of the students.

Keywords: Reading Comprehension, The Two-tier Multiple Choice Question


Makalah ini akan membahas tentang penggunaan model penilaian the twotier multiple choice question dalam pengajaran membaca di Bahasa Inggris pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).Model penilaian ini dapat digunakan untuk melatih siswa menjadi pembaca yang mau berusaha memahami isi bacaan. Hal ini dibuktikan dengan setiap jawaban yang diberikan membutuhkan sebuah alasan atas jawaban tersebut. Model ini adalah pengembangan dari model penilaian Multiple Choice Question. Jika Dalam model penilaian pilihan ganda terdiri dari satu pertanyaan dan beberapa pilihan jawaban jebakan, distracters, maka pada model the two-tier multiple choice question ada dua jenis pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan pertama adalah pilihan ganda berikut dengan distracters nya. Lalu ditambah dengan pertanyaan lanjutan yang berupa alasan mengapa menjawab salah satu dari pilihan atau distracters tersebut. Model penilaian ini dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk membantu dan mendorong siswa memahami isi bacaan. Cara ini juga dapat membantu guru mengetahui apakah siswa tersebut benar-benar membaca atau tidak. Diharapkan dengan menggunakan model ini, pengajaran reading dapat berjalan efektif dan siswa lebih termotivasi untuk membaca bacaan berbahasa Inggris.

Kata Kunci: Reading Comprehension, the Two-tier Multiple Choice Question.

Using Pictures to Tell Stories in Teaching Speaking Narrative Text to Senior High School Students

Penulis          : Sindya Fantika / 1200996 / 2012 / KP

Pembimbing : Dr. Ratmanida, M.Ed., TEFL

Abstract

This paper explains about the implementation of “Using Pictures to Tell Stories” which is one of techniques in teaching speaking to improve the ability students‟ in telling stories. This techniques use pictures as media that are provided by the teacher and the students make a story map based on the pictures. The purpose is to make the students easy to produce a narrative text by themselves. In this paper, the writer chooses narrative text that is appropriate with technique using pictures to tell stories. By using this technique in teaching narrative text, the students will have self confidence to produce narrative text orally.

Keywords: using pictures, tell stories, technique, narrative text


Makalah ini menjelaskan tentang penerapan teknik “Using Pictures to Tell Stories” yang merupakan salah satu teknik pengajaran berbicara yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita. Teknik ini menggunakan gambar sebagai alat bantu yang disediakan oleh guru, kemudian siswa membuat sebuah “story map” berdasarakan gambar tersebut. Tujuan nya adalah memudahkan siswa menghasilkan teks naratif sendiri. Dalam makalah ini, penulis memilih teks naratif sebagai salah satu jenis teks yang cocok diajarkan dengan menggunakan „using pictures to tell stories’ karena teks naratif memiliki alur cerita yang harus dipahami oleh siswa. Dengan menggunakan teknik pembelajaran ini dalam pengajaran teks naratif, diharapkan siswa dapat memiliki rasa percaya diri untuk menghasilkan teks naratif sendiri secara oral

Kata Kunci: using pictures, tell stories, teknik, naratif teks

The Use of “Draw The Bank Robbers” Game in Teaching Writing Descriptive texts in Junior High School

Penulis          : Syarifah Aini /1200989 / 2012 / KP

Pembimbing : Prof. Rusdi, M.A., Ph.D

Abstract

This paper is about the use of draw the bank robbers game in teaching writing descriptive text in Junior High School. The purpose of this paper is to explain that draw the bank robbers game can be used by English teachers of Junior High School in teaching writing descriptive texts. Before applying this game, the teacher has to decide an interesting topic so that the students are enthusiastic to do this game. This game is used in pairs, the teacher provides a short description about the object will be described; the object can be a person, thing or place. Then, the teacher asks the students to draw the picture from the teacher’s description. After that, the teacher asks them to draw the new picture based on their own version about the same topic and write a descriptive text from that picture. This game can attract and motivate the students in learning writing; in addition, it is easy for the students to convey their ideas in writing descriptive text.

Keywords: Draw the Bank Robbers Game, teaching writing, descriptive text, junior high school


Makalah ini merupakan makalah tentang penggunaan teknik permainan draw the bank robbers dalam pengajaran menulis teks deskriptif. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa permainan draw the bank robbers dapat digunakan oleh guru bahasa inggris di SMP dalam mengajar menulis teks deskriptif. Sebelum mengaplikasikan permainan ini, guru harus menentukan topik yang menarik sehingga siswa bersemangat dalam melaksanakannya. Permainan ini dilakukan secara berpasangan, guru menyediakan sebuah deskripsi singkat tentang sebuah objek, objek tersebut bisa tentang orang, benda atau tempat. Kemudian guru meminta siswa untuk menggambarkan gambar dari deskripsi yang diberikan guru. Setelah itu, guru menyuruh siswa untuk membuat gambar baru dalam versinya sendiri tentang topik yang tadi diberikan guru dan kemudian membuat teks deskriptif dari gambar tersebut. Permainan ini dapat menarik dan memotivasi siswa dalam belajar menulis, selain itu siswa akan lebih mudah dalam menyampaikan idenya dalam menulis teks deskriptif.

Kata Kunci: ermainan Draw the Bank Robbers, pengajaran menulis, teks deskriptif, Sekolah Menengah Pertama

Using Gap Information Activity in Teaching English at Hotel and Tourism Vocational High School

Penulis          : Suci Ayu Andari / 1200973 / 2012 / KP

Pembimbing : Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

Abstract

In this paper the writer discusses some of the activities of information sharing (gap information) in learning English at hotel and tourism vocational high school. This paper describes the activity of sharing information in study speaking in the class. This activity is best used as a technique to learn speaking so that, when students learn speaking they feel comfortable, easy to understand and not boring. So that this information sharing activity (gap information) can help students to improve their speaking skills.

Key words: Activities to share information, techniques to learn speaking, improve speaking ability


Dalam makalah ini penulis membahas beberapa aktivitas berbagi informasi (gap information) dalam belajar Bahasa Inggris di sekolah perhotelan tingkat menengah kejuruan. Makalah ini menjelaskan tentang aktivitas berbagi informasi dalam belajar speaking di kelas. Aktivitas ini bagus digunakan sebagai suatu teknik belajar speaking agar saat belajar speaking siswa merasa nyaman, mudah dipahami dan tidak membosankan. Sehingga aktivitas berbagi informasi ini nantinya, dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

Kata Kunci: Aktivitas berbagi informasi, teknik belajar berbicara, meningkatkan kemampuan berbicara

Teaching Speaking by Using Australia – Asia Debate Strategy at Senior High School

Penulis          : Solihati / 1200969 / 2012 / KP

Pembimbing : Drs. Don Narius, M.Si.

Abstract

Speaking is a basic skill that should be mastered by students besides the other skills. However, they find difficultes to speak English. it is caused lack selself confident, lack vocabulary, they are difficult to pronounce the words, they have interest to learn English. Therefore, the writer choses Australia – Asia Debate strategy as a form of speaking practice to encourage students to be active, and confident in a discussion. So, they accustomed to express their ideas in English. In Australia – Asia Debate strategy, students are divided in two teams. They discuss the topic that is given by the teacher. The first team agrees with the topic and the second team disagrees about the topic. Each of team is given an opportunity to tell their ideas and responds the other arguments. By using this strategy, students are expected to improve their ability in speaking.

Key words: Speaking, Australia – Asia Debate strategy


Speaking adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa disamping keterampilan dasar lainnya. Namun, faktanya mereka sulit dalam berbicara. Hal ini disebabkan karena tidak percaya diri, kosata terbatas, sulit dalam pelafalan, dan kurangnya ketertarikan siswa dalam berbicara. Oleh karena itu penulis memilih Australia – Asia Debate sebagai salah satu bentuk praktek berbicara yang dapat mendorong siswa untuk aktif, percaya diri dalam sebuah diskusi, sehingga terbiasa mengungkapkan ide dalam bahasa inggris. Cara mengimplementasikan Australia – Asia Debate, siswa dibagi kedalam kelompok. Mereka diberikan sebuah topik. Kelompok pertama adalah setuju dengan topik dan kelompok kedua menentang topik. Masing–masing kelompok diberikan kesempatan menyampaikan ide dan memberikan tanggapan kepada kelompok lain. Dengan menggunakan strategi ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara.

Kata Kunci: speaking, Australia – Asia Debate strategy