Asides

Written Corrective Feedback Given by Teachers of MtsN Durian Tarung Padang on Students’ Grammatical Errors

Penulis         : Rahmi Roza Putri / 110960 / 2011 / KP

Pembimbing : 1. Drs. Saunir Saun, M.Pd.

                        2. Fitrawati, S.S., M.Pd

Abstract

This research aimed at finding out the types of written corrective feedback used by English teachers of a junior high school on student’s grammatical errors , and problems related to written corrective feedback on grammatical errors from the teacher’s perspectives. This is a descriptive research in which the population was all of English teacher of MTsN Durian Tarung Padang. By using maximal variation sampling technique, all of the teachers, who were five teachers, were chosen to be the sample. The first instrument used was documents which were notebooks and exercise books of the students of the school in the year 2015/2016, and the second instrument was interview with the teachers. From the research, it was found that only three types of the five types were practiced by the teachers. They were, consecutively written from the most frequently used to the least, direct corrective feedback, indirect corrective feedback and metalinguistic feedback with the use of error codes. In addition, problems related to written CF were repetition of errors, students proficiency, student’s attitude, time-consuming, ineffectiveness of existing error feedback practice, and readability of students writing. Therefore, English teacher, future teachers should enrich their knowledge of written corrective feedback, optimizing their correction to optimize the benefits to the students language development and find solution to solve problem related to written corrective on students’ grammatical error.

Keywords: Written corrective feedback, grammatical errors


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe koreksi tertulis yang digunakan guru Bahasa Inggris di sekolah menengah pertama (SMP) pada kesalahan-kesalahan grammar siswa dan masalah-masalah seputar koreksi tertulis dari sudut pandang guru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana populasinya adalah seluruh guru Bahasa Inggris MTsN Durian Tarung Padang. Dengan menggunakan maximal variation sampling technique, seluruh guru tersebut, lima orang, dipilih menjadi sampel. Instrumen pertama yang digunakan adalah dokumen berupa buku-buku catatan dan latihan Bahasa Inggris siswa ditahun ajaran 2015/2016, dan nstrument kedua adalah wawancara dengan kelima guru tersebut. Dari penelitian ditemukan bahwa hanya 3 tipe koreksi tertulis yang digunakan para guru, diurutkan dari yang terbanyak digunakan yaitu direct corrective feedback, indirect corrective feedback dan metalinguistic feedback with the use of error codes. Masalah-masalah seputar koreksi tertulis pada kesalahan grammar siswa antara lain pengulangan kesalahan, kemampuan bahasa siswa, sikap siswa terhadap koreksi, penyediaan waktu, ketidakefektifan koreksi yang telah ada, tulisan siswa yang sulit terbaca. Dengan membaca hasil penelitian ini, diharapkan para guru dan calon guru memperkaya wawasan dan pengetahuan mereka akan pengetahuan tentang koreksi tertulis, mengefektifan koreksi untuk memaksimalkan manfaat koreksi untuk kemajuan siswa dan mencari solusi dan penanganan untuk masalah-masalah seputar koreksi tertulis untuk kesalahan grammar.

Kata Kunci: Written corrective feedback, grammatical errors

A Study of Sentence Types on The Writing of English Department Students of Universitas Negeri Padang in Academic Year 2014

Penulis          : Media Rahmi / 1100969 / 2011 / KP

Pembimbing : 1. Drs. Saunir Saun, M.Pd.

                        2. Dra. Aryuliva Adnan, M.Pd

Abstract

In general, the students of English Department have the ability to write English well. However, there are still some aspects that must be considered in writing. Therefore, this study aimed to look at the extent to which students use the sentences types in writing an essay. Another aim was to analyze the problems occurred in using the sentences types. This research was a descriptive study with research subjects were 22 essays of Education 2 Class students in year 2014/2015. Data were collected by analyzing sentences in the essay which were the result of semester exam of a writing class. Based on the research, there were four sentences types in the students’ writing: simple, compound, complex, and compound complex sentences. Based on the results of the study, it was found that simple sentence was the most sentence types commonly written by the students in writing, by contrast, compound-complex sentence was the least sentence types written by the student. In addition, there were two problems that occurred to write the sentence types, ie run-on and fragment. Both of these problems were found in all parts of the essay: introduction, main body and conclusion. By doing so, it is expected to the lecturers to pay more attention to the use of different sentence types in students’ writing.

Keywords: sentence types, essay


Secara umum mahasiswa Bahasa Inggris memiliki kemampuan menulis yang cukup baik. Namun, masih terdapat beberapa aspek dalam menulis yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana mahasiswa menggunakan jenis-jenis kalimat dalam menulis sebuah esai. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui apa-apa saja permasalahan yang muncul dalam menggunakan tipe-tipe kalimat tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek penelitian yaitu 22 esai mahasiswa kelas Kependidikan 2 tahun ajar 2014/2015. Data dikumpulkan dengan menganalisis kalimat-kalimat pada esai yang merupakan hasil ujian semester pada salah satu writing class. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat jenis kalimat dalam tulisan mahasiswa yaitu simple, compound, complex, dan compound-complex sentence. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa simple sentence merupakan jenis kalimat yang paling sering digunakan oleh mahasiswa dalam menulis, sebaliknya, compound-complex sentence merupakan jenis kalimat yang paling sedikit digunakan mahasiswa. Selain itu, terdapat dua permasalahan yang muncul untuk menulis jenis kalimat tersebut, yaitu run-on dan fragment. Kedua permasalahan ini ditemukan pada semua bagian esai yaitu introduction, main body, dan conclusion. Dengan begitu, diharapkan kepada dosen untuk lebih memperhatikan penggunaan jenis kalimat pada tulisan mahasiswa.

Kata Kunci: tipe kalimat, esai.

Types of Questions Asked by English Teachers in Teaching and Learning Process at SMA Pembangunan Laboratorium UNP Padang

Penulis          : Khairatul Ummah / 18204 / 2010 / KP

Pembimbing : 1. Prof. Rusdi, M.A., PhD

                        2. Drs. Saunir, M.Pd.

Abstract

The purposes of this research are (1) To describe types of questions asked by teachers in teaching and learning process, (2) To know what language used by teachers in teaching English. This research is descriptive research. Object from this research are two English teachers at SMA Pembangunan Laboratorium UNP Padang. The data collection used two instruments are audio recording and note taking. The data from this research are questions asked by teacher based on suggested by Wanjryb (1992). From this research, researcher found that open ended questions are mostly occur in the classroom beside ; yes/no questions, short answer questions, display questions, referential questions and non retrieval questions. During research, there are three kind of languages that used by teachers are English, mixed English –Indonesian, and Indonesian.

Key Words: Types of questions, language


Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tipe pertanyaan guru dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas, (2) mengetahui bahasa yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Inggris.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah dua orang guru bahasa Inggris yang mengajar di SMA Pembangunan Laboratorium UNP Padang. Data dikumpulkan melalui dua instrumen yaitu audio recording, dan note taking. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa pertanyaan-pertanyaan guru selama proses pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas.Data tersebut berdasarkan tipe pertanyaan yang di saranakan oleh Wanjryb (1992). Dari penelitian ini ditemukan bahwa para guru lebih sering menggunakan open ended questions daripada lima tipe pertanyaan yang lain yaitu; yes/no questions, short answer questions, display questions, referential questions and non retrieval questions. Faktor-faktor yang menyebabkan guru lebih sering menggunakan open ended questions daripada tipe pertanyaan yang lain karena kurangnya respon siswa saat pertanyaan itu digunakan dan singkatnya jam pelajaran bahasa Inggris yang tidak sebanding dengan banyaknya materi yang harus diberikan. Selama penelitian berlangsung, terdapat berbagai jenis bahasa yang di gunakan guru bahasa Inggris di dalam proses belajar mengajar yaitu English, mixed English –Indonesian, dan Indonesian.

Kata Kunci: Types of questions, language

The Level of Self-Directed Learning Readiness of 2013 Academic Year’s Student at English Department of The State University of Padang

Penulis          : Yuri Hardianti / 1105996 / 2011/ KP

Pembimbing : 1. Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt

                        2. Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A

Abstract

This research discusses about students‟ level of self-directed learning readiness in learning English. The subject of the research is English students class of 2013 which selected by using simple random sampling method. The identified problem of the study is how the students SDLR level influences their learning English strategy. The objective of the study is to discover students‟ SDLR level and factors that influence their low level SDLR in learning English. There were two instruments used on the research, the questionnaire and a semi-structured interview. The result showed that the students had below average level of SDLR with an average score of 189.68. Based on the interviewed administered to the 16 students who scored below average level of SDLR, factors that influenced their low SDLR score were self-concept as an effective and independent learner, creativity and initiative in learning. In conclusion, English department students of UNP has low self-directed learning readiness level, and self-concept as an effective and independent learner, creativity and initiative in learning are its cause factors.

Key Word: self-directed learning, self-directed learning readiness scale


Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan bahasa Inggris tahun akademik 2013. Subjek penelitian dipilih dengan metode random sampling. Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa mempengaruhi cara belajar bahasa Inggris mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa mempunyai tingkat kemampuan belajar mandiri yang rendah di dalam belajar bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan interview berupa semi-structured interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa memiliki tingkat kemampuan belajar mandiri yang berada di bawah rata-rata dalam belajar bahasa Inggris dengan skor rata-rata 189.68. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 16 orang mahasiswa yang mempunyai tingkat kemampuan belajar mandiri yang berada di bawah rata-rata, faktor-faktor penyebab rendahnya tingkat kemampuan belajar mandiri terdiri atas faktor konsep diri sebagai pelajar yang efektif dan mandiri, faktor kreatifitas dan faktor inisiatif dalam belajar. Berdasarkan hal diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa mahasiswa bahasa Inggris UNP memiliki tingkat kemampuan belajar mandiri yang rendah. Sedangkan faktor konsep diri sebagai pelajar yang efektif dan mandiri, faktor kreatifitas dan faktor inisiatif dalam belajar penyebab rendahnya tingkat kemampuan belajar mandiri mahasiswa bahasa Inggris UNP.

Kata Kunci: kemampuan belajar mandiri, skala kemampuan belajar mandiri.

An Analysis of English Department Students’ Accuracy in Translating Natural Science Text From English Into Bahasa Indonesia

Penulis          : Yuri Azirovi /1200980 / 2012 / KP

Pembimbing : 1. An Fauzia Rozani Syafei, M.A.

                        2. Fitrawati, S.S., M.Pd

Abstract

This was a descriptive quantitative research which aimed to identify the English Department 2013 students’ accuracy in translating natural science text from English into bahasa Indonesia and to describe their accuracy problems in translation. From 94 students, 38 among them were chosen randomly as the sample by using quota random sampling. The data in this research were the students’ translations which would be assessed by three inter raters for each text. The researcher used accuracy rating instrument proposed by Nababan in order to analyze the accuracy of students’ translations. The findings showed that there were 30 students who had less accurate translation in translating biology text; 12 students who had less accurate translation in translating physics text; and 31 students who had less accurate translation in translating chemistry text. The rests of the students were categorized into inaccurate translation. Thus, there was no student who had an accurate translation. The findings also showed that the students faced accuracy problems including lexical meaning, grammatical meaning, contextual meaning, and textual meaning. It could be concluded that the students’ accuracy in translating natural science texts were mostly in less accurate category. As a result, the students needed to have more exercises in order to have an accurate translation.
Keywords: Translation, Accuracy, Natural Science Texts


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi keakuratan terjemahan mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris tahun angkatan 2013 dalam menerjemahkan teks sains dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia serta mendeskripsikan masalah yang dihadapi mahasiswa tersebut dalam penerjemahan. Dari 94 mahasiswa, sebanyak 38 orang terpilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan quota random sampling. Data dari penelitian ini adalah hasil terjemahan mahasiswa yang akan dinilai oleh 3 orang inter-rater untuk tiap teks. Penilaian tingkat keakuratan menggunakan accuracy rating instrument yang diusulkan oleh Nababan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 30 mahasiswa dikategorikan ke dalam terjemahan yang kurang akurat dalam menerjemahkan teks biologi; 12 mahasiswa dikelompokkan ke dalam terjemahan kurang akurat dalam menerjemahkan teks fisika; dan 31 mahasiswa berada di posisi terjemahan kurang akurat dalm menerjemahkan teks kimia. Selebihnya, terjemahan mahasiswa berada pada kategori tidak akurat dan tidak ada terjemamahasiswa yang dikategorikan sebagai terjemahan yang akurat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi beberapa masalah dalam akurasi seperti makna leksikal, makna tata bahasa, makna kontekstual, dan makna tekstual. Kesimpulan yang didapatkan adalah keakuratan mahasiswa bahasa Inggris dalam menerjemahakan teks IPA pada umumnya berada pada kategori kurang akurat. Untuk itu diperlukan latihan yang lebih banyak untuk meningkatakan keakuratan terjemahan.

Kata kunci: Penerjemahan, Keakuratan, Teks IPA

The Quality of Multimedia Used By English Teachers in Teaching English at SMAN 01 Kamang Magek

Penulis          : Widya Wati Putri / 1100983 / 2011 / KP

Pembimbing : 1. Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt

                        2. Dra. An Fauzia Rozani Syafei, M.A

Abstract

The purpose of the research is to describe the quality of multimedia (PowerPoint and video) used by English teachers at SMAN 01 Kamang Magek and also to find out the problems which faced by the English teachers in constructing multimedia in learning and teaching process. This research was an evaluating research. The subject of this research was all of the English teachers and the document files (soft copy of PowerPoint and video which was used by the teachers). The data was collected through the evaluation checklist which was used in order to know the quality of multimedia (PowerPoint and video) used by the English teachers and the interview and observation was aimed to know the the problems which faced by the English teachers in constructing PowerPoint and video in learning and teaching process. In the evaluation checklist, there were two categories in evaluating the quality of PowerPoint and video; they were the quality in its content and the presentation. Based on the finding of the research, it was found that the PowerPoint had very good quality in its content and the presentation had good quality. Besides that, the video had very good quality in its content and its presentation. In addition, it was found that the English teachers had lack ability in constructing the PowerPoint and video and also in using the technological devices of multimedia.

Key Words:  Multimedia, PowerPoint, Video


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas multimedia (PowerPoint dan video) yang digunakan oleh guru-guru bahasa Inggris di SMAN 01 Kamang Magek serta untuk menemukan permasalah yang di hadapi oleh guru bahasa Inggris dalam merancang dan menggunakan multimedia dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Subjek dari penelitian ini adalah guru-guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMAN 01 Kamang Magek serta dokumen file, yakni softcopy dari PowerPoint dan video yang dipakai oleh guru-guru tersebut. Data dari penilitian ini dikumpulkan melalui instrumen evaluation checklist yang digunakan untuk melihat kualitas dari PowerPoint dan video yang digunakan oleh guru bahasa Inggris serta instrumen observasi dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru bahasa inggris dalam merancang dan menggunkan PowerPoint dan video dalam proses pembelajaran. Dalam evaluation checklist terdapat 2 kategori untuk mengevaluasi kualitas dari PowerPoint dan video yakni kualitas dari isi yang dimuat (content) dalam PowerPoint dan video serta kualitas dari tampilannya (presentation). Dari penelitian ini ditemukan bahwa PowerPoint memiliki kualitas yang sangat bagus dalam isi yang dimuat, sedangkan tampilannya memiliki kualitas bagus. Disamping itu, video memiliki kualitas sangat bagus dalam isi yang dimuat serta tampilannya. Sementara itu, dari penilitian ini juga ditemukan bahwa guru bahasa Inggris memiliki kemampuan terbatas dalam merancang PowerPoint dan video serta menggunakan alat pendukung dari multimedia tersebut

Kata Kunci: Multimedia, PowerPoint, Video