Kuliah Umum Bersama Masni Fansuri: Profesionalisme Juru Bahasa di Era Global

Program Studi Bahasa dan Sastra menggelar kuliah umum bertema “Peran Strategis Penerjemah dan Juru Bahasa Profesional dalam Komunikasi Global” dengan menghadirkan narasumber Masni Fansuri, S.S., Dt. Rajo Mangkuto Nan Putiah, seorang penerjemah dan juru bahasa profesional serta pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Sumatra Barat (8/10/2024).

Dalam pemaparannya, Masni Fansuri menjelaskan bahwa profesi penerjemah dan juru bahasa bukan sekadar mengalihbahasakan kata demi kata, tetapi mentransfer makna, budaya, dan konteks secara akurat. Menurutnya, kemampuan bahasa yang kuat harus dibarengi dengan pemahaman lintas budaya serta etika profesional.

“Seorang penerjemah adalah jembatan komunikasi. Kesalahan kecil dapat berdampak besar, terutama dalam forum resmi, bisnis, maupun diplomasi,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Tantangan dan Kompetensi Penerjemah Profesional

Masni menguraikan perbedaan mendasar antara penerjemah (translator) dan juru bahasa (interpreter). Penerjemah bekerja dengan teks tertulis, sementara juru bahasa menerjemahkan secara lisan dan langsung dalam berbagai situasi seperti seminar, konferensi, maupun pertemuan resmi.

Ia juga menekankan sejumlah kompetensi utama yang harus dimiliki profesional di bidang ini:

  • Penguasaan minimal dua bahasa secara aktif
  • Kemampuan riset dan terminologi khusus
  • Kecepatan berpikir dan ketepatan interpretasi
  • Kode etik dan profesionalisme

Sebagai pengurus HPI Komda Sumatra Barat, Masni turut mendorong mahasiswa untuk bergabung dalam organisasi profesi guna memperluas jejaring dan meningkatkan standar kompetensi.

Peran Organisasi Profesi

Dalam sesi diskusi, Masni menjelaskan peran HPI dalam menjaga kualitas dan integritas profesi penerjemah di Indonesia. Organisasi tersebut menyediakan pelatihan, sertifikasi, serta forum kolaborasi bagi para anggotanya.

Ia juga membagikan pengalaman praktik di berbagai forum resmi, termasuk tantangan menerjemahkan istilah teknis dan menjaga netralitas saat bertugas.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari mahasiswa terkait peluang karier, tantangan lapangan, hingga tips menjadi penerjemah tersumpah. Menutup sesi, Masni berpesan agar mahasiswa terus mengasah kemampuan bahasa, memperluas wawasan, dan menjaga integritas.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang prospek karier di bidang penerjemahan dan juru bahasa, sekaligus menegaskan pentingnya peran profesi tersebut dalam mendukung komunikasi global dan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *