Pengenalan Permainan Karuta Sebagai Apresiasi Puisi Klasik Jepang Kepada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang tergabung dalam klub mahasiswa Seikonibu mendapatkan pengenalan permainan klasik Jepang, Karuta oleh salah seorang dosen Prodi, pada hari Sabtu (9 Mei 2026). 

Permainan Karuta atau kartu yang berisikan 100 puisi dari kumpulan puisi Hyakunin isshu, merupakan permainan yang sering dilakukan di Jepang khususnya saat menyambut tahun baru. Permainan karuta ini biasanya dilakukan oleh dua orang dengan cara memperebutkan kartu permainan (torifuda). Siapa yang mendapatkan kartu paling banyak maka dia menjadi pemenang. 

Dosen pendamping, Maulluddul Haq menjelaskan bahwa puisi tanka digunakan pada permainan ini memiliki struktur 5-7-5, 7-7 suku kata. Bait pertama yang terdiri dari 5-7-5 suku kata disebut dengan kami no ku, dan dibacakan oleh penyair pada permainan karuta. Para pemain kemudian mencari lanjutan dari 7-7 suku kata, disebut dengan shimo no ku, yang tertulis pada torifuda, sesaat setelah syair kami no ku mulai dibacakan. Jenis permainan kompetitif ini dikenal dengan kyogi karuta, dan menjadi sangat populer berkat anime chihayafuru. 

Dengan diperkenalkannya permainan ini kepada mahasiswa prodi, kami berharap mahasiswa menjadi mengenal budaya klasik Jepang berupa puisi sehingga menambah minat mereka belajar bahasa Jepang. Meskipun kita dari prodi Pendidikan, bukan berarti kita tidak bisa mengapresiasi karya sastra, khususnya melalui permainan karuta ini, ujar dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *