Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP Perkuat Kesiapan Tiga Prodi Menuju Akreditasi Unggul

Padang – Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), menggelar kegiatan Persiapan Akreditasi Unggul bagi tiga program studi, yaitu Program Studi S1 Sastra Inggris, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli–2 Agustus 2026 di Guest House UNP Lubuk Minturun ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan dokumen dan pemenuhan indikator dalam menghadapi proses reakreditasi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tim taskforce akreditasi yang terdiri atas 36 dosen dan 5 tenaga kependidikan dari ketiga program studi. Selama tiga hari, peserta bekerja secara intensif melakukan evaluasi dokumen, penyelarasan data, pemetaan capaian indikator, serta penyusunan bukti pendukung sesuai instrumen akreditasi.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan FBS UNP.

Menurutnya, Program Studi S1 Sastra Inggris yang sebelumnya memperoleh peringkat A dari BAN-PT memiliki peluang besar untuk meningkatkan statusnya menjadi Akreditasi Unggul. Sementara itu, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang saat ini berstatus Baik (B) dari LAMDIK diharapkan mampu meningkatkan seluruh aspek penilaian sehingga dapat meraih predikat Unggul pada periode akreditasi berikutnya.

Prof. Ermanto juga mengingatkan seluruh tim agar memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Mengingat masa berlaku akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris akan berakhir pada 22 Maret 2027, dokumen reakreditasi harus sudah diajukan paling lambat 22 September 2026, sesuai ketentuan pengajuan enam bulan sebelum masa berlaku akreditasi berakhir.

“Persiapan akreditasi harus dilakukan secara serius, sistematis, dan berbasis data. Setiap indikator dalam instrumen akreditasi harus didukung oleh bukti implementasi yang menunjukkan budaya mutu dan kinerja akademik program studi,” tegas Prof. Ermanto.

Selama kegiatan berlangsung, tim taskforce membahas secara mendalam berbagai komponen utama dalam instrumen akreditasi, mulai dari visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan program studi, tata kelola, kurikulum, proses pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran tridarma perguruan tinggi, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Setiap aspek ditelaah secara komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar akreditasi yang berlaku.

Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penyamaan persepsi bagi seluruh tim penyusun dokumen akreditasi. Melalui kolaborasi lintas program studi, setiap unit dapat saling berbagi pengalaman, menyempurnakan data, serta mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat sebelum proses asesmen berlangsung.

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP dalam mendukung peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pimpinan fakultas, departemen, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan, diharapkan ketiga program studi mampu meraih predikat Akreditasi Unggul, sekaligus semakin memperkuat daya saing dan reputasi akademik Universitas Negeri Padang di tingkat nasional maupun internasional.

Departemen Bahasa dan Sastra Inggris UNP Gelar Rapat Bulanan Bahas Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027

Padang – Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar rapat bulanan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen Bahasa dan Sastra Inggris pada Jumat (24/7). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris sebagai forum koordinasi dalam menyongsong pelaksanaan kegiatan akademik pada semester baru.

Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Dr. Yuli Tiarina, S.Pd., M.Pd. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan layanan akademik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Sastra Inggris serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.

Agenda utama rapat meliputi persiapan pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 serta evaluasi penyelenggaraan perkuliahan dan pelayanan akademik pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Pembahasan mencakup kesiapan perangkat pembelajaran, distribusi mata kuliah, jadwal perkuliahan, serta berbagai aspek pelayanan akademik kepada mahasiswa yang menjadi perhatian bersama.

Dalam sesi evaluasi, para dosen menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan pembelajaran pada semester sebelumnya. Berbagai capaian, kendala, serta rekomendasi perbaikan didiskusikan secara konstruktif sebagai dasar penyempurnaan proses akademik pada semester mendatang. Selain itu, rapat juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan akademik yang akan diterapkan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Rapat berlangsung dalam suasana yang aktif dan kolaboratif. Seluruh peserta memberikan kontribusi berupa saran dan masukan terhadap berbagai agenda yang dibahas. Melalui rapat bulanan ini, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris UNP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan akademik guna mendukung terciptanya proses pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Mahasiswa UNP Antusias Ikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) di Universitas Bung Hatta

Padang – Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), khususnya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Japanese Language Proficiency Test (JLPT) atau Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) yang diselenggarakan di Universitas Bung Hatta, Padang, pada Minggu, 5 Juli 2026. Pelaksanaan ujian ini merupakan salah satu agenda penting bagi pembelajar bahasa Jepang untuk mengukur kompetensi kebahasaan sesuai standar internasional yang ditetapkan oleh The Japan Foundation.

Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Sumatera Barat telah memadati Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta. Di antara peserta tersebut, mahasiswa UNP hadir dengan semangat tinggi untuk mengikuti ujian pada berbagai jenjang, mulai dari N5 hingga N2, sesuai dengan kemampuan dan target akademik masing-masing. Pelaksanaan JLPT tahun ini di Padang diikuti sekitar 1.650 peserta dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, dan daerah sekitarnya, menjadikannya salah satu lokasi penyelenggaraan JLPT terbesar di luar Pulau Jawa.

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNP, keikutsertaan dalam JLPT tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan berbahasa, tetapi juga merupakan investasi akademik dan profesional. Sertifikat JLPT diakui secara internasional dan menjadi salah satu persyaratan penting untuk melanjutkan studi ke Jepang, mengikuti program pertukaran mahasiswa, memperoleh beasiswa, maupun memasuki dunia kerja yang membutuhkan kompetensi bahasa Jepang.

Keikutsertaan mahasiswa UNP juga mencerminkan komitmen program studi dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan agar memiliki daya saing global. Melalui pembelajaran yang terstruktur serta berbagai kegiatan pendukung, mahasiswa didorong untuk mencapai kompetensi bahasa Jepang yang sesuai dengan standar internasional sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Suasana pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta mengikuti seluruh tahapan ujian dengan penuh konsentrasi, didukung oleh panitia penyelenggara yang telah menyiapkan fasilitas serta prosedur pelaksanaan sesuai standar JLPT. Universitas Bung Hatta kembali dipercaya sebagai penyelenggara JLPT wilayah Sumatera bagian tengah yang meliputi Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau bekerja sama dengan The Japan Foundation.

Partisipasi aktif mahasiswa UNP dalam JLPT diharapkan dapat meningkatkan jumlah lulusan yang memiliki sertifikasi kemampuan bahasa Jepang bertaraf internasional. Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa secara individu, tetapi juga memperkuat reputasi Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNP dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

Melalui semangat belajar yang terus berkembang, mahasiswa UNP diharapkan mampu meraih hasil terbaik pada JLPT tahun ini serta menjadikan sertifikasi tersebut sebagai langkah awal untuk membuka peluang studi, penelitian, maupun karier di bidang bahasa dan budaya Jepang di masa mendatang.

Selain untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang, banyak mahasiswa UNP mengikuti JLPT karena termotivasi untuk memperoleh kesempatan mengikuti program magang di Jepang. Seiring meningkatnya kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan perusahaan Jepang, kemampuan bahasa Jepang yang dibuktikan melalui sertifikat JLPT menjadi salah satu nilai tambah yang penting dalam proses seleksi. Oleh karena itu, mahasiswa memanfaatkan kesempatan mengikuti ujian ini sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai program magang internasional yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga memperluas wawasan budaya, meningkatkan keterampilan profesional, serta memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja global.

Motivasi tersebut menunjukkan bahwa JLPT tidak lagi dipandang sekadar sebagai ujian kompetensi bahasa, melainkan sebagai gerbang menuju berbagai peluang akademik dan karier di Jepang. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNP, keberhasilan memperoleh sertifikat JLPT diharapkan dapat membuka kesempatan mengikuti program magang industri, pertukaran pelajar, hingga melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Jepang. Semangat inilah yang mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara serius dan mengikuti JLPT setiap periode penyelenggaraannya.

ASPBJI Korwil Sumbar-Riau Gelar Seminar dan Lokakarya Kajian Jepang, Dosen UNP Jadi Pembicara Undangan

Padang – Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia (ASPBJI) Korwil Sumbar-Riau akan menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya ASPBJI Korwil Sumbar-Riau pada 24 Juni 2026 di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Kajian Jepang di Era Global: Linguistik, Sastra, Budaya, dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Jepang.”

Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi wadah akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi pendidikan bahasa Jepang untuk mendiskusikan perkembangan terbaru dalam kajian Jepang serta inovasi pembelajaran bahasa Jepang di era global.

Ketua ASPBJI Korwil Sumbar-Riau, Prisyanti Suciaty, S.Hum., M.Pd., dan Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, M.Hum., dijadwalkan memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.

Kegiatan ini menghadirkan Sawaki Sho, Tenaga Ahli Bahasa Jepang dari Japan Foundation, sebagai pemateri lokakarya. Sementara itu, Dr. Dini Maulia, S.S., M.Hum. dari Universitas Andalas akan tampil sebagai pembicara utama.

Menariknya, seminar ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera dan Riau sebagai pembicara undangan, salah satunya Damai Yani, S.Hum., M.Hum., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP). Selain Damai Yani, pembicara undangan lainnya adalah Dra. Dewi Kania Izmayanti, M.Hum. dari Universitas Bung Hatta dan Dr. Merri Silvia Basri, S.S., M.Pd. dari Universitas Riau.

Partisipasi dosen UNP dalam forum ilmiah ini menunjukkan kontribusi aktif sivitas akademika UNP dalam pengembangan kajian Jepang dan peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Jepang di tingkat regional. Kehadiran para akademisi lintas perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat jejaring keilmuan sekaligus menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan bahasa Jepang saat ini.

Panitia juga membuka kesempatan bagi dosen, guru, peneliti, dan mahasiswa untuk berpartisipasi sebagai pemakalah maupun peserta umum. Selain seminar, kegiatan ini akan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam bidang linguistik, sastra, budaya Jepang, serta inovasi pembelajaran bahasa Jepang.

Melalui penyelenggaraan seminar dan lokakarya ini, ASPBJI Korwil Sumbar-Riau berharap dapat memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga pendidikan serta mendorong perkembangan kajian Jepang yang lebih adaptif terhadap tantangan global.

Dosen UNP Jadi Narasumber Workshop Pengajaran Bahasa Jepang Tingkat Sumbar

Padang – Dosen Program Studi Bahasa Jepang Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Nova Yulia, M.Hum., dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop Penulisan Karya Ilmiah dan Teknik Pengajaran Sakubun (作文) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jepang SMA, SMK, dan MA se-Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Hotel HW Padang tersebut diikuti sekitar 106 guru Bahasa Jepang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru, khususnya dalam penulisan karya ilmiah dan pengembangan strategi pembelajaran bahasa Jepang di kelas.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Nova Yulia, M.Hum. berbagi materi terkait penulisan karya ilmiah sebagai upaya mendorong budaya akademik dan peningkatan profesionalisme guru. Selain dosen UNP, workshop juga menghadirkan narasumber dari Japan Foundation, Sawaki Sho, JLS, serta Dra. Yenni Putri dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Ketua MGMP Bahasa Jepang Sumatera Barat, Imelda Fatmadewi, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting bagi guru untuk memperkaya kompetensi pedagogis sekaligus meningkatkan kemampuan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Melalui keterlibatan akademisi UNP dalam kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Jepang di Sumatera Barat.

UNP dan Konsulat Jepang Perkenalkan Peluang Studi Lanjut serta Beasiswa MEXT bagi Mahasiswa

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Studi Lanjut: Memperluas Wawasan tentang Jepang dan Informasi Beasiswa MEXT” di Auditorium Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan mengenai peluang pendidikan tinggi di Jepang sekaligus memperkenalkan berbagai program beasiswa yang disediakan Pemerintah Jepang melalui skema MEXT (Monbukagakusho).

Kuliah umum tersebut dihadiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNP dan menghadirkan narasumber dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan, yaitu Furunobu Koichi serta Sri Utari, S.S., M.A., dari bagian Humas, Kebudayaan, dan Pendidikan.

Dekan FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan peluang internasional yang tersedia, termasuk kesempatan melanjutkan studi maupun berkarier di Jepang.

“Mahasiswa perlu memiliki semangat untuk terus berkembang dan membuka diri terhadap pengalaman global. Kesempatan studi lanjut melalui beasiswa MEXT merupakan peluang yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan internasional,” ujarnya.

Menurut Prof. Ermanto, Jepang menawarkan banyak kesempatan pengembangan akademik dan profesional yang relevan dengan bidang bahasa, budaya, serta pendidikan. Ia menambahkan, sejumlah mahasiswa FBS UNP saat ini telah mengikuti program magang dan bekerja di Jepang, sehingga peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa lainnya.

Sementara itu, Sri Utari menjelaskan bahwa tingginya minat mahasiswa Indonesia untuk belajar dan bekerja di luar negeri menjadi salah satu alasan diselenggarakannya kegiatan tersebut. Jepang, kata dia, menjadi salah satu negara tujuan favorit karena kemajuan teknologi dan kekayaan budayanya yang menarik perhatian generasi muda Indonesia.

“Banyak mahasiswa Indonesia tertarik melanjutkan studi ke Jepang karena ingin mempelajari teknologi sekaligus memahami budaya Jepang secara lebih mendalam,” katanya.

Dalam pemaparannya, Sri Utari juga menjelaskan berbagai informasi terkait beasiswa MEXT, mulai dari persyaratan pendaftaran, proses seleksi, hingga kehidupan akademik mahasiswa internasional di Jepang. Ia menekankan bahwa selain kemampuan akademik, tekad dan motivasi yang kuat menjadi faktor penting untuk meraih beasiswa tersebut.

“Salah satu kunci keberhasilan memperoleh beasiswa MEXT adalah adanya keinginan dan komitmen yang kuat dari calon penerima untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNP, Damai Yani, S.Hum., M.Hum., menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa karena menghadirkan informasi langsung dari perwakilan pemerintah Jepang. Menurutnya, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sistem pendidikan, budaya belajar, serta berbagai peluang studi lanjut yang dapat diakses.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai peluang kuliah di Jepang, pengalaman mahasiswa internasional, hingga strategi mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa MEXT.

Melalui kegiatan ini, UNP berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk memanfaatkan kesempatan studi dan pengembangan karier di tingkat internasional, sekaligus memperkuat hubungan akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.

Pengenalan Permainan Karuta Sebagai Apresiasi Puisi Klasik Jepang Kepada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang yang tergabung dalam klub mahasiswa Seikonibu mendapatkan pengenalan permainan klasik Jepang, Karuta oleh salah seorang dosen Prodi, pada hari Sabtu (9 Mei 2026). 

Permainan Karuta atau kartu yang berisikan 100 puisi dari kumpulan puisi Hyakunin isshu, merupakan permainan yang sering dilakukan di Jepang khususnya saat menyambut tahun baru. Permainan karuta ini biasanya dilakukan oleh dua orang dengan cara memperebutkan kartu permainan (torifuda). Siapa yang mendapatkan kartu paling banyak maka dia menjadi pemenang. 

Dosen pendamping, Maulluddul Haq menjelaskan bahwa puisi tanka digunakan pada permainan ini memiliki struktur 5-7-5, 7-7 suku kata. Bait pertama yang terdiri dari 5-7-5 suku kata disebut dengan kami no ku, dan dibacakan oleh penyair pada permainan karuta. Para pemain kemudian mencari lanjutan dari 7-7 suku kata, disebut dengan shimo no ku, yang tertulis pada torifuda, sesaat setelah syair kami no ku mulai dibacakan. Jenis permainan kompetitif ini dikenal dengan kyogi karuta, dan menjadi sangat populer berkat anime chihayafuru. 

Dengan diperkenalkannya permainan ini kepada mahasiswa prodi, kami berharap mahasiswa menjadi mengenal budaya klasik Jepang berupa puisi sehingga menambah minat mereka belajar bahasa Jepang. Meskipun kita dari prodi Pendidikan, bukan berarti kita tidak bisa mengapresiasi karya sastra, khususnya melalui permainan karuta ini, ujar dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang tersebut. 

Empat Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Magang di Tojoko Golf Course Jepang

Empat orang mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang berangkat ke Jepang untuk mengikuti program internship magang ke Jepang yang berlokasi di Tojo Golf Club di Kato, Prefektur Hyogo, Jepang. 

Mahasiswa tersebut yaitu; Nadya Bethazel Ariesty, Rafi Ibrahim, Muhammad Sobri dan Raihan Darmawijaya mendarat di Bandar Udara Internasional Kansai di Osaka pada akhir April, dan langsung menuju Prefektur Hyogo tempat lokasi di mana magang dilaksanakan. 

Salah seorang peserta magang, Nadya mengatakan bahwa ia ditempatkan di bagian house keeping dan golf. Di sana ia juga bekerja bersama part-timer warga lokal Jepang. 

“Kebanyakan orang Jepang yang baito “kerja paruh waktu” di sini itu orang yang sudah tua, nenek-nenek. Tapi mereka sangat rajin dan ramah. Jadi saya sering mengobrol dengan mereka menggunakan bahasa Jepang, sehingga saya jadi semakin berani menggunakan bahasa Jepang yang saya pelajari di kampus.” ujar mahasisiwa yang akrab disapa Nanad ini. 

Keempat mahasiswa ini akan menempuh kegiatan intenship ini selama satu tahun penuh, dan diharapkan pulang ke Indonesia dengan membawa pengetahuan dan pengalaman bekerja bersama orang Jepang. 

Lulus Seleksi, Empat Orang Mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Ikuti Program Magang ke Hotel di Prefektur Nagano

Empat orang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2023, mengikuti kegiatan Intenship setelah lolos seleksi yang diadakan di akhir bulan April 2026. Keempat mahasiswa tersebut, Arif Permana Dalimunthe, Abdul Latif, Ashifiaul Muniroh dan Irma Syah akan mengikuti program magang di hotel Kyukamura Norikura Kogen, yang terletak di kota Matsumoto, Prefektur Nagano. 

Mereka dijadwalkan akan mulai bekerja di hotel atau resort yang terletak di prefektur yang terkenal dengan keindahan alam pegunungan, dan resort ski kelas dunia ini pada awal Mei 2026. Prefektur Nagano sendiri terletak di pusat pulau Honshu, tepatnya di wilayah Chubu yang dikelilingi oleh pegunungan yang sangat luas. Wilayah ini juga menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata ski dan berendam di kolam air panas (onsen). 

Mahasiswa UNP tersebut akan magang selama satu tahun, dan diharapkan mereka dapat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan mendapat pengalaman bekerja melayani tamu-tamu Jepang. 

Pantau Persiapan Reakreditasi Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Rektor UNP Kunjungi Depbing

Dalam rangka meninjau persiapan proses reakreditasi program studi Pendidikan Bahasa Jepang UNP, Rektor Universitas Negeri Padang, Bapak Krismadinata, Ph.D beserta Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Prof. Dr. Refnaldi., S.Pd., M.Litt dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si. menngunjungi Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, FBS UNP, Selasa (14-4-2026). 

Rombongan dari Rektorat disambut oleh Pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni, Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Koordinator dan seluruh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang.  

Pada kunjungannya, Rektor UNP menekankan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang adalah salah satu Prodi di UNP yang telah sukses dalam memberangkatkan mahasiswa dalam kegiatan magang di Jepang. Ini merupakan salah satu poin penting pada penilaian IKU Prodi. Rektor juga menambahkan bahwa saat ini UNP telah bekerjasama dengan salah satu perusahaan Jepang dan sedang membuka pelatihan bagi 40 orang mahasiswa UNP yang ingin bekerja di Jepang. 

Selain itu, Rektor beserta tim juga mendorong agar dosen-dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang harus kuat secara akademik sehingga dapat meningkatkan kualitas prodi. Saat ini baru 1 orang dosen yang telah meraih gelar Doktor, dan 2 orang yang sedang menempuh studi doktoral. Diharapkan agar dosen lain segera lanjut studi, tidak hanya di dalam negeri tapi juga didorong untuk ke luar negeri seperti Jepang atau China.