Padang – Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), menggelar kegiatan Persiapan Akreditasi Unggul bagi tiga program studi, yaitu Program Studi S1 Sastra Inggris, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli–2 Agustus 2026 di Guest House UNP Lubuk Minturun ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan dokumen dan pemenuhan indikator dalam menghadapi proses reakreditasi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh tim taskforce akreditasi yang terdiri atas 36 dosen dan 5 tenaga kependidikan dari ketiga program studi. Selama tiga hari, peserta bekerja secara intensif melakukan evaluasi dokumen, penyelarasan data, pemetaan capaian indikator, serta penyusunan bukti pendukung sesuai instrumen akreditasi.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan FBS UNP.
Menurutnya, Program Studi S1 Sastra Inggris yang sebelumnya memperoleh peringkat A dari BAN-PT memiliki peluang besar untuk meningkatkan statusnya menjadi Akreditasi Unggul. Sementara itu, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang saat ini berstatus Baik (B) dari LAMDIK diharapkan mampu meningkatkan seluruh aspek penilaian sehingga dapat meraih predikat Unggul pada periode akreditasi berikutnya.
Prof. Ermanto juga mengingatkan seluruh tim agar memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Mengingat masa berlaku akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris akan berakhir pada 22 Maret 2027, dokumen reakreditasi harus sudah diajukan paling lambat 22 September 2026, sesuai ketentuan pengajuan enam bulan sebelum masa berlaku akreditasi berakhir.
“Persiapan akreditasi harus dilakukan secara serius, sistematis, dan berbasis data. Setiap indikator dalam instrumen akreditasi harus didukung oleh bukti implementasi yang menunjukkan budaya mutu dan kinerja akademik program studi,” tegas Prof. Ermanto.
Selama kegiatan berlangsung, tim taskforce membahas secara mendalam berbagai komponen utama dalam instrumen akreditasi, mulai dari visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan program studi, tata kelola, kurikulum, proses pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran tridarma perguruan tinggi, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Setiap aspek ditelaah secara komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar akreditasi yang berlaku.
Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penyamaan persepsi bagi seluruh tim penyusun dokumen akreditasi. Melalui kolaborasi lintas program studi, setiap unit dapat saling berbagi pengalaman, menyempurnakan data, serta mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat sebelum proses asesmen berlangsung.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP dalam mendukung peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pimpinan fakultas, departemen, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan, diharapkan ketiga program studi mampu meraih predikat Akreditasi Unggul, sekaligus semakin memperkuat daya saing dan reputasi akademik Universitas Negeri Padang di tingkat nasional maupun internasional.
