Kuliah Penutup Bersama Shigemura Miyoko

Mahasiswa tahun masuk 2021 yang mengambil mata kuliah “Metodologi Pembelajaran Bahasa Jepang” (Nihongo Kyojuho) mengikuti perkuliahan bersama Shigemura Miyoko. Staf ahli pembelajaran Bahasa Jepang dari The Japan Foundation Jakarta ini memperkenalkan 3 (tiga) buah buku ajar yang relevan dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, yaitu: Nihongo Kira Kira, Nihongo Raku Raku, dan Irodori. Perkuliahan ini diikuti oleh 22 orang mahasiswa tahun masuk 2021 dan 2 (dua) orang dosen pembimbing (Hendri Zalman dan Maulluddul Haq)

Shigemura menjelaskan bahwa Nihongo Kira Kira diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Nihongo Raku Raku untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Irodori untuk yang ingin hidup dan bekerja di Jepang. Buku ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Student Centered Learning (SCL). Shigemura juga menjelaskan bahwa di dalam ketiga buku ajar ini telah diintegrasikan nilai-nilai yang yang terkait dengan profil Pelajar Pancasila dan berbagai Skill yang dibutuhkan di dunia kerja.

Shigemura Miyoko sedang menjelaskan tentang buku-buku pelajaran The Japan Foundation.

Di samping itu, Hendri Zalman, pengampu mata kuliah Nihongo Kyojuho mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh Shigemura hari ini penting untuk memperkuat materi tentang metode pembelajaran bahasa yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. “Mahasiswa mengikuti proses hari ini dengan baik karena Shigemura Sensei menyampaikan materi yang sulit dengan menarik dan mudah dipahami. Semester depan kita juga akan mencari peluang untuk menghadirkan beliau di kelas-kelas dengan mata kuliah lainnya”, lanjut Hendri menutup pembicaraan. (HEN,HAKU, 01/06/23).     

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Juarai Berbagai Cabang Lomba di Bunkasai XX UBH 2023.

Mahasiswa PPBJ-UNP berhasil memenangi berbagai cabang lomba Festival Kebudayaan Jepang (Bunkasai XX) yang diadakan di Fakultas Ilmu Budaya, Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada hari Sabtu dan Minggu (13-14 Mei 2023). Tercatat sebanyak 5 cabang lomba berhasil dijuarai oleh mahasiswa PPBJ-UNP.

Bunkasai XX UBH ini diikuti oleh peserta dari umum, siswa serta mahasiswa dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi dan mengusung tema Hajimari yang memiliki makna ‘memulai’. Event tahunan ini bertujuan unuk meningkatkan minat dan bakat serta memotivasi masyarakat terhadap bahasa dan kebudayaan Jepang.

Cabang lomba yang berhasil dimenangkat oleh mahasiswa PPBJ-UNP antara lain; Juara III Lomba Cerdas Cermat Perguruan Tinggi atas nama Nurhidayah Kusmawati, Rizki Maulana Sidiq dan Wanda Aprilyanti. Juara I Shuji Contest danJuara I Kanji Contest Perguruan Tinggi atas nama Arnalda Kumala Iskandari, Juara 2 Kanji Contest Perguruan Tinggi atas nama Muhammad Lihan Ramadhan, serta Juara III Singing atas nama Monica Agnes.

PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG KEMBALI KIRIM MAHASISWA MAGANG KE JEPANG

Sebanyak 17 orang mahasiswa prodi Pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang berangkat ke Jepang untuk mengikuti kegiatan magang. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang ini akan bekerja di beberapa hotel atau ryokan (penginapan ala Jepang) di berbagai prefektur di Jepang.

Keberangkatan ke Jepang akan dilakukan secara bertahap selama bulan April. Sebelum berangkat, mahasiswa dilepas oleh Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Sekretaris Departemen, Kaprodi Pendidikan Bahasa Jepang, dan segenap dosen Pendidikan Bahasa Jepang. Para dosen juga memberikan wejangan dan nasihat kepada mahasiswa yang akan berangkat agar bekerja dengan disiplin dan tetap menjaga kesopanan selama di Jepang.

Keberangkatan tanggal 2 April diikuti oleh 8 orang mahasiswa dengan nama Amelia Cantika Dewi, Entik Mayyiratu, Fatimah Azzahra, Hanifah Fauziah, Sukma Murni Wardani Siregar, Rahmi Febrianti, Rama Tri Wulandari, dan Vivi Olivia. Keberangkatan tanggal 17 April diikuti oleh 5 orang mahasiswa yaitu, Chyntia Marcelina Yevana, Dona Oktavia, Febri Ali Fandani, M.Fadil Aksar, dan Ni’mat Ismatullah. Sedangkan keberangkatan tanggal 27 April diikuti oleh 4 mahasiswa, Dhani Fajri, Dhea Putri Ayuni, Dyana Fitria Azzahra dan M. Rahul.

RIBUAN PENGUNJUNG DATANGI FESTIVAL BUNKASAI X PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNP

Festival bahasa dan budaya Jepang yang dikenal dengan Bunkasai (文化祭) UNP dipadati oleh ribuan pengujung. Festival tahunan yang diadakan selama 2 hari dari tanggal 18 hingga 19 Maret 2023 ini, mengusung tema “mekarnya cinta dan harapan di satu dekade Bunkasai UNP”. Berbagai penampilan budaya serta perlombaan budaya dan bahasa Jepang diikuti oleh lebih dari 300 orang peserta dari kalangan umum dan siswa SMA/SMK se-Sumatera Barat.  

Pada Bunkasai UNP ke-10 ini, panitia membuka berbagai cabang lomba seperti cerdas cermat antar SMA, kana contest, kanji contest, fan art contest, digital fan art contest (online), lomba mading, singing contest, cosplay solo, cosplay group, cosplay coswalk, dance group dan dance solo. Selain itu, Bunkasai satu dekade UNP ini juga mendatangkan guest star seperti Idol Whislist, Kabaret Cosplay RTC, Kabaret Cosplay Mikadzuki J-Club, DJ DEAN, dan DE.ONE. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan lagu oleh Miryoku Japanese Community, akustik oleh Daigaku OT (Overtime), dan Saigo Band.

Kepadatan dapat terlihat di Pandopo dan Teater Tertutup FBS. Para pengunjung disuguhkan dengan berbagai macam  makanan Jepang seperti Ramen, Takoyaki dan lainnya. Disini kita dapat membeli pernak-pernik kejepangan serta mencoba berbagai permainan unik dari Jepang. Selain itu, panitia acara juga menyewakan pakaian tradisional Yukata selama 15 menit. Tidak ketinggalan,  pengunjung dapat mencoba uji nyali dengan memasuki Obake House atau “rumah hantu” di lantai 3 Gedung lama FBS. 

Lolos Review UNP, proposal PPK Ormawa Tahun 2023 HMD Basing lanjut seleksi nasional.

Setelah melalui tahapan bedah proposal di Guest House Lubuk Minturun pada tanggal 10 dan 11 Maret 2013, sebanyak 16 proposal PPK Ormawa dinyatakan layak dan lanjut proses seleksi nasional.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) ini merupakan program yang diusung oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi yang memberikan kesempatan kepada Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kapasitas dan kemampuan organisasi kemahasiswaan lebih memiliki makna sebagai sebuah wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft-skills untuk menjadi SDM yang unggul. Skema yang ditawarkan pada PPK 2023 ini antara lain; desa/kelurahan wirausaha, smart farming, sekolah perempuan, desa/kelurahan digital, sanggar tani muda, kampung konservasi toga, rumah sampah digital, desa/kelurahan sehat, desa/kelurahan cerdas, kampung iklim, desa/kelurahan maritim, desa hutan, desa seni dan budaya, desa olahraga, desa wisata, dan topik bebas.

HMD Basing yang dikomandoi oleh Muhammad Al Gifari, mengusung proposal dengan tema  “Workshop dan tes ujian TOEFL Prediction sebagai Langkah peningkatan kualitas TOEFL siswa di SMA se-Bukittinggi”.  Kurangnya kesadaran akan pentingnya bahasa Inggris, serta lemahnya motivasi dan minat siswa, menjadi alasan untuk rencana kegiatan ini. Ormawa di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FBS-UNP ini menawarkan solusi yaitu dengan memberikan motivasi dan pemahaman akan pentingnya bahasa Inggris di zaman sekarang ini. Skor Toefl mejadi salah satu tolak ukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, sehingga siswa se-Bukittinggi perlu diberi dorongan agar mau mencoba untuk mengikuti tes tersebut. Ormawa ini berencana untuk memberikan workshop Toefl di beberapa SMA di kota Bukittinggi yang akan dilakukan secara daring dan luring.  

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dapat kesempatan langsung belajar dengan orang Jepang.

Seorang volunteer dari, Jepang Anna Kose, turut membantu perkuliahan di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dengan mengajarkan berbagai materi terkait bahasa dan budaya Jepang. Kegiatan sukarela yang dimulai dari bulan Oktober hingga Februari 2023 membawa manfaat yang besar bagi staff pendidik dan mahasiswa prodi bahasa Jepang, yaitu dengan terbukanya kesempatan untuk berlatih langsung berkomunikasi dengan  native speaker.

Anna yang merupakan seorang karyawan salah satu perusahaan di Jepang, melakukan kegiatan sukarela dengan mengajarkan bahasa dan budaya Jepang di beberapa SMA dan SMK di kota Padang sejak September 2022. Ia kemudian juga diundang oleh salah seorang dosen di prodi pendidikan bahasa Jepang untuk ikut membantu mengajar di kampus UNP, mengingat sampai saat ini belum ada native speaker khusus untuk bahasa Jepang. Beberapa mata kuliah seperti kaiwa, sakubun, moji goi, bunpo dan dokkai,  dimasuki oleh Anna untuk membantu dosen yang mengajar.

Mahasiswa mengaku bahwa awalnya mereka malu untuk berkomunikasi langsung karena belum pernah bertemu langsung dengan orang Jepang. Akan tetapi, mulai banyak mahasiswa yang mulai berani untuk mencoba bercakap langsung dan mempraktekan bahasa Jepangnya. Dosen Prodi Jepang, Prisyanti Suciaty dan Maulluddul Haq, juga mengatakan bahwa kedatangan Anna sangat membantu proses perkuliahan di semester tersebut. Beberapa materi perkuliahan seperti kaiwa (percakapan), sakubun (menulis), dan moji goi (kosakata dan huruf), mendapatkan manfaat yang paling besar dari kedatangan Anna, seperti melatih pelafasan yang benar, cara menulis yang tepat, dan penggunakan huruf kanji dalam kosakata.

Kegiatan ini berakhir pada hari Kamis 23 Februari 2023 dengan ditutup oleh kata perpisahan dan ucapan terimakasih oleh Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Desvalini Anwar, S.S, M.Hum, Ph.D disertai penyerahan kenang-kenangan.

9 Dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris lolos seleksi DPL Kampus Mengajar 5

Sebanyak 9 orang dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, FBS UNP lolos seleksi sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kampus Mengajar 5 Tahun 2023. Kesembilan dosen tersebut yaitu; Delvi Wahyuni, S.S, MA, Nova Yulia, S.Hum, M.Pd, Witri Oktavia, S.Pd, M.Pd, Damai Yani, S.Hum, M.Hum, Maulluddul Haq, S.Hum, M.Arts, Lafziatul Hilmi, S. Pd., M. Pd, Ririn Ovilia, S. Pd., M. Pd, Rifki Oktoviandry, S.Pd., M.Hum., dan Syafitri Ramadhani, M.Pd, Bapak Ibu dosen akan ditugaskan sebagai pendamping mahasiswa di berbagai kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat, seperti Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Pasaman.

Kampus Mengajar merupakan sebuah program di satuan pendidikan dasar yang termasuk ke dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama 1 semester dengan menjadi mitra guru dalam berinovasi di sekolah sasaran serta mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas. Program ini mempunyai fokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di SD maupun SMP di berbagai daerah di Indonesia. 

Masa penugasan mahasiswa beserta dosen akan dimulai dari tanggal 20 Februari hingga 16 Juni 2023, dan akan ditutup dengan penarikan mahasiswa pada tanggal 19 Juni 2023. Pada bulan Januari dan awal Februari akan diisi dengan pembekalan kepada dosen dan mahasiswa terkait program Kampus Mengajar 5.   

Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Jepang raih Juara 2 Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional, wilayah Sumbar-Riau

Dua orang mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Nurhidayah Kusmawati dan Hanifah Fauziyah, mengikuti lomba presentasi bahasa Jepang tingkat nasional ke-1 tahun 2022, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Desember 2022 di Balairung Caraka gedung B kampus I Universitas Bung Hatta. Lomba ini diadakan oleh The Japan Foundation Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA), serta didukung oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Para peserta lomba dinilai langsung oleh Juri dari Japan Foundation, Shigemura Miyoko, perwakilan Persada, dan Japanese Kurabu, Sumi Ali.

Salah satu peserta sedang melakukan presentasi di depan para juri.

Dari 6 orang peserta lomba yang berasal dari Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Riau, Nurhidayah terpilih sebagai juara 2 untuk seleksi wilayah Sumatera Barat & Riau. Pada lomba yang bertemakan “Pendidikan Indonesia di Masa Depan”, mahasiswi yang biasa disapa dengan Hida ini menyajikan presentasi tentang “transformasi Pendidikan di Indonesia”, dengan menyoroti kesenjangan fasilitas teknologi antara masyarakat yang tinggal di kota dengan di desa sejak diterapkan pembelajaran online, serta kesulitan siswa dalam memahami materi yang disajikan secara daring. Namun mahasiswi ini berargumen bahwa berkat pembelajaran online ini, dunia pendidikan menjadi melek dengan teknologi. Baik guru maupun siswa mulai mahir dalam menggunakan komputer dan menyajikan powerpoint. Tugas pemerintahlah untuk memastikan bahwa teknologi dan fasilitasnya dapat diakses dengan merata di seluruh Indonesia.

Nurhidayah dan Hanifah (berdiri dari urutan 4 dan 5 dari kiri) bersama para peserta lomba presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional ke-1 Tahun 2022

  Dalam kompetisi ini, semua peserta mempresentasikan materinya seorang diri secara lisan dalam bahasa Jepang dengan menggunakan aplikasi atau perangkat lunak seperti Microsoft Powerpoint. Durasi presentasi dibatasi maksimal 7 menit dan disambung dengan sesi pertanyaan dari para dewan juri dengan menggunakan Bahasa Jepang. Ketua panitia, EduardusAgusli, M.Si, mengatakan bahwa ketentuan penilaian dilihat dari isi presentasi, kemampuan Bahasa Jepang, efektivitas penggunaan media, kemampuan berekspresi dan tanya jawab. Prisyanti Suciaty, S.Hum., M.Pd, selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa, kedua mahasiswa sudah berlatih keras untuk dapat memenangkan perlombaan ini. “Walaupun bagi mereka (mahasiswa) ini adalah pengalaman pertama untuk melakukan presentasi dalam Bahasa Jepang, mereka berani dan Alhamdulillah salah satu dari mereka berhasil berada di tempat kedua,” ungkap Prisyanti.   

5 Orang Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang ikuti workshop Marugoto Bersama The Japan Foundation.

Sebanyak 18 dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dan Prodi Sastra Jepang dari Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan Universitas Bung Hatta, mengikuti workshop metode pengajaran Marugoto bersama The Japan Foundation (JF) yang diadakan secara hybrid selama 4 hari. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 24 November dan 12-14 Desember 2022 ini menghadirkan 3 orang pemateri dari The Japan Foundation yaitu Morita sensei, Abigail sensei dan Shigemura sensei. Acara pelatihan yang diadakan di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas ini, diwakili oleh 5 orang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNP yaitu; Meira Anggia Putri, S.S, M.Pd, Maulluddul Haq, S.Hum, M.Arts, Prisyanti Suciaty, S.Hum, M.Pd, Rahmi Oktayory Wikarya, M.Pd dan Rita Arni, S.Hum., M.Pd.

Dosen-dosen yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Bahasa Jepang, di hari pertama mendapatkan materi mengenai JF-Standard, Can-do, dan buku teks Marugoto. JF-Standard merupakan standar yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kecakapan berbahasa Jepang bagi penutur asing yang merujuk kepada konsep CEFR (Common European Framework), yang sudah diakui secara internasional dalam menggambarkan kecakapan berbahasa bagi penutur bahasa asing. Kemahiran penutur diukur dengan melihat apa yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa Jepang. Hal ini didefinisikan ke dalam istilah Can-do. Can-do diklasifikasikan ke dalam 6 level A1 – C2 (level yang sama dengan CEFR), sehingga penutur dapat memahami level kemahiran bahasa Jepangnya dengan indeks yang sama dengan bahasa lain. Materi kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan buku teks Marugoto tingkat pra-madya A2/B1.

Pemateri dari JF pada hari kedua, melakukan praktek pengajaran kepada mahasiswa tingkat 2 prodi Sastra Jepang Universitas Andalas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan refleksi terhadap cara pengajaran oleh tim dari JF serta persiapan mogi-jugyou (micro-teaching) oleh dosen dengan menggunakan buku teks Marugoto. Hari berikutnya, dosen yang terbagi ke dalam 3 grup melakukan micro-teaching yang dipandu oleh Morita sensei, Abigail sensei dan Shigemura sensei. Tim dari JF kemudian memberikan feedback terkait micro-teaching yang dilakukan dosen.

Salah satu dosen melakukan praktek micro-teaching dengan menggunakan buku teks Marugoto pra-madya A2/B1.

Kegiatan ini turut mengundang Kaprodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau, Dini Budiani, B.Eng., M.Ed, melalui zoom meeting, untuk menjelaskan penerapan Marugoto ke dalam kurikulum di instansinya. Dini juga memaparkan beberapa kelebihan dalam penggunaan buku teks Marugoto serta kendala dan hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Acara hari terakhir kemudian ditutup dengan pengenalan buku Irodori, dan website Minato yang dapat digunakan dalam pembelajaran mandiri Bahasa Jepang.

Dosen Bahasa Jepang UNP kenalkan budaya Jepang ke pengunjung Pustaka Daerah.

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, FBS UNP, Maulluddul Haq, S.Hum, M.Arts beserta guru bahasa Jepang SMAN 7 Padang, Melya Kiki Wiryaningsih, S.Hum memberikan pengenalan bahasa dan budaya Jepang kepada pengunjung Pustaka Daerah Sumatera Barat pada hari Sabtu, 10 Desember 2022. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 9.30 hingga 11.30 WIB ini berisikan materi mengenai anggota tubuh dalam bahasa Jepang yang dilanjutkan dengan pengenalan origami atau seni melipat kertas dari Jepang.

“Kegiatan pengenalan bahasa dan budaya Jepang di perpustakaan ini sudah kami lakukan sejak bulan Juli, mulai dari pengenalan huruf, angka, waktu, hari dalam bahasa Jepang serta memperkenalkan budaya seperti Kendama (permainan tradisional Jepang), shodo (kaligrafi Jepang), dan kali ini kami juga mengundang dosen UNP untuk mengajarkan cara membuat origami. ” ungkap Kiki. Guru SMA Negeri 7 ini juga menambahkan bahwa program ini bersifat sukarela yang diadakan dua kali seminggu untuk program bahasa Jepang, dan diikuti oleh pengunjung dari beragam usia.

              Materi yang disampaikan dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan media powerpoint serta lagu berbahasa Jepang. Pemateri dan pengunjung mengingat kosakata yang diberikan sembari mendengarkan audio dan bernyanyi. Selanjutnya, peserta diajarkan cara membuat origami berbentuk yukata (pakaian tradisional Jepang). Menurut dosen yang akrab disapa Haq Sensei, menyebutkan bahwa alasan pemilihan origami yukata ini karena pakaian Jepang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, selain itu juga mudah dipraktikkan dalam bentuk origami.

              Salah satu pengunjung, Wita berharap agar kegiatan ini rutin dilaksanakan. Selain dapat belajar bahasa dan budaya langsung dari para pengajar bahasa Jepang, ia mengaku senang karena dapat bergabung dengan komunitas, dan mengisi hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat.